Jangan Sepelekan! Utang Bisa Menghalangi Masuk Surga, Meski Mati Syahid

Jangan Sepelekan! Utang Bisa Menghalangi Masuk Surga, Meski Mati Syahid

Ilustrasi transaksi utang piutang --freepik.com

a. Terhalang Masuk Surga

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, disebutkan bahwa seseorang yang terbebas dari kesombongan, khianat, dan utang akan masuk surga. 

"Barang siapa yang meninggal dalam keadaan terbebas dari tiga hal, yakni sombong, ghulul (khianat), dan utang, maka dia akan masuk surga." (HR Ibnu Majah)

Artinya, utang bisa menjadi penghalang utama seseorang masuk ke dalam surga, sekalipun ia rajin beribadah.

b. Ruhnya Digantung di Akhirat

Rasulullah SAW bersabda bahwa jiwa orang beriman akan tergantung karena utangnya sampai ia dilunasi. Ini berarti nasib akhiratnya menjadi tidak jelas, karena utang yang belum diselesaikan.

BACA JUGA:

c. Pahalanya Dipotong untuk Bayar Utang

Pada hari kiamat, tidak ada lagi uang atau harta. Satu-satunya yang bisa digunakan untuk membayar utang adalah amal kebaikan. Maka pahala orang yang berutang akan diberikan kepada yang berpiutang sebagai pelunasan.

"Barang siapa meninggal sementara ia mempunyai tanggungan utang satu dinar atau satu dirham, maka akan diganti dari pahala kebaikannya pada hari yang dinar dan dirham tidak berguna lagi." (HR Ibnu Majah)

4. Pentingnya Melunasi Utang Sebelum Meninggal

Islam sangat menekankan agar seseorang segera membayar utangnya semasa hidup. Dalam hadits disebutkan bahwa hak-hak manusia akan ditunaikan sepenuhnya di hari kiamat, bahkan hewan pun akan dituntut keadilannya.

لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ

Artinya: "Sungguh kalian pasti menunaikan hak-hak kepada pemiliknya pada hari kiamat. Hingga dituntut balas (qisas) untuk kambing tidak bertanduk dari kambing bertanduk yang dahulu menanduknya." (HR Muslim)

Maka dari itu, tidak ada alasan menunda-nunda pelunasan utang. Sebab, konsekuensinya bukan hanya di dunia, tapi juga akan dibawa hingga ke akhirat.

Wallahu a'lam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait