Sejarah dan Makna Tahun Baru Islam, dari Hijrah Nabi hingga 1 Muharram

Sejarah dan Makna Tahun Baru Islam, dari Hijrah Nabi hingga 1 Muharram

Ilustrasi tahun baru Islam-Freepik-

Uniknya, kalender Hijriah memulai hari baru saat matahari terbenam, berbeda dengan kalender Masehi yang hitungan harinya dimulai pada tengah malam.

Ini memperlihatkan betapa uniknya sistem penanggalan Islam yang berakar pada tradisi dan fenomena alam.

Muharram: Bulan Suci dan Awal Perjalanan Baru

Muharram, sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, bukan sekadar tanda waktu.

Bulan ini memiliki makna spiritual mendalam sebagai ‘bulan yang disucikan', sebuah simbol pembersihan jiwa dan awal perjalanan baru yang penuh harapan.

Satu Muharram menjadi titik awal persiapan hijrah Nabi Muhammad SAW, yang menandai perubahan besar dalam sejarah Islam.

BACA JUGA:Doa Pembuka Aura Wajah ala Nabi Yusuf: Pancarkan Pesona dan Inner Beauty Secara Islami

BACA JUGA:5 Jenis Mahar yang Dilarang dalam Islami: Jangan Sampai Salah Memberi!

Pemilihan Muharram sebagai awal tahun juga berakar dari wahyu, menjadikannya sebagai “bulan Allah” (syahrullah), yang penuh keberkahan dan sakralitas.

Dengan memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi dan pembaruan diri, kita diajak untuk menapaki kehidupan baru dengan semangat yang bersih, memperkuat iman, dan terus berjuang di jalan kebaikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait