10 Adab Menggunakan Handphone dalam Islam: Bijak dan Penuh Etika Sesuai Syariat
Adab menggunakan handphone dalam Islam--depositphotos
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Islam adalah agama yang sangat memperhatikan adab dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam penggunaan teknologi seperti handphone. Di era modern ini, ponsel menjadi alat penting yang membantu banyak urusan manusia, mulai dari komunikasi hingga akses informasi.
Namun, sebagaimana nikmat lain, penggunaan HP harus dibarengi dengan tanggung jawab dan etika. Islam telah mengajarkan adab-adab yang mencerminkan kepekaan sosial, sopan santun, dan kesantunan berkomunikasi bahkan dalam urusan sekecil apapun.
Para ulama, seperti Syaikh Dr. Bakar Abu Zaid dalam kitab Adabul Hatif, telah membahas secara mendalam adab menelepon dan menggunakan alat komunikasi.
Artikel ini merangkum 10 adab penting dalam menggunakan handphone menurut pandangan Islam agar kebermanfaatannya tetap terjaga dan tidak menimbulkan mudharat.
1. Menyingkat Pembicaraan
Islam menganjurkan kesederhanaan, termasuk dalam berbicara lewat HP. Pembicaraan hendaknya singkat, jelas, dan tidak bertele-tele agar tidak membuang waktu maupun pulsa. Terlalu banyak bicara juga bisa membuka peluang berkata yang sia-sia atau bahkan berdosa.
BACA JUGA:
- Mengenal 7 Masjid Tua Ikonik di Jakarta: Jejak Sejarah Islam yang Tak Lekang Zaman
- Mengenal 5 Rukun Islam: Pondasi Utama dalam Menjalani Hidup sebagai Seorang Muslim
Dalam kitabnya Adabul Hatif, Al-Allamah Syaikh Bakar Abu Zaid berkata, “Hindarilah berlebihan dalam berbicara melalui telepon, sehingga menjadikanmu kecanduan menelepon. Mengingat banyak orang yang telah terjangkit penyakit ini. Sejak bangun tidur, ia sudah menyibukkan diri dengan menelepon dari rumah satu ke rumah yang lain, dan dari satu kantor ke kantor lainnya, sekedar mencari kepuasan belaka dan mengganggu orang lain. Terhadap orang seperti mereka ini, kita hanya bisa berdoa dan menasihatkan agar mereka segera berhenti dari kebiasaan buruknya yang berlebihan (dalam mengumbar kata) itu”. (Adabul Hatif: 32-33)
2. Tidak Menyusahkan Penerima Telepon
Adab menelepon mencakup memperkenalkan diri terlebih dahulu dan tidak menguji lawan bicara seperti menanyakan “Siapa saya?” dengan nada menjebak. Ini bisa menyakiti hati lawan bicara dan bertentangan dengan prinsip adab dalam Islam.
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, berkata:
Aku datang kepada Nabi, lalu aku memanggil beliau. Beliau bertanya: "Siapa?” Maka aku jawab: “Saya”. Beliau keluar sambil berkata: “Saya… saya…” (menunjukkan beliau tidak suka dengan jawaban “saya” tersebut). (HR. Bukhari: 6250 dan Muslim 2155)
3. Menjaga Perasaan Penerima
Jika telepon tidak dijawab atau dijawab singkat, jangan langsung berprasangka buruk. Mungkin si penerima sedang sibuk, sakit, atau di tempat yang tidak memungkinkan berbicara. Islam mengajarkan untuk berbaik sangka dan menghargai keadaan orang lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: