Bahaya Tertawa Terbahak-Bahak dalam Islam: Mengapa Harus Dihindari?

Bahaya Tertawa Terbahak-Bahak dalam Islam: Mengapa Harus Dihindari?

Ilustrasi muslimah tertawa --pexels.com/PNW Production

BACA JUGA:

Adab Bercanda dan Tertawa dalam Islam

Tertawa erat kaitannya dengan candaan. Oleh sebab itu, penting memahami adab-adab bercanda agar tidak terjerumus pada perilaku yang berlebihan. 

Dalam buku Adab Berdandan dalam Islam karya Hafidz Muftisany, disebutkan beberapa batasan dalam bercanda menurut Islam:

1. Tidak Membawa Nama Allah Secara Sembarangan

Menyebut nama Allah dalam candaan bisa termasuk bentuk tidak menghormati-Nya. Dalam surat At-Taubah ayat 65–66, Allah memperingatkan agar tidak menjadikan ayat-Nya sebagai bahan olok-olokan.

Allah berfirman:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

Artinya: Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" (QS. At-Taubah ayat 65-66)

2. Tidak Berbohong

Rasulullah memperingatkan agar tidak membuat kebohongan demi memancing tawa. Dalam hadits disebutkan:

"Celakalah orang yang berkata-kata dan menyusun cerita dusta untuk membuat orang lain tertawa. Celaka baginya, celaka baginya." (HR. Abu Dawud)

3. Tidak Saling Mencela

Surat Al-Hujurat ayat 11 menegaskan bahwa saling mencela dalam bercanda bisa memicu permusuhan dan menghilangkan rasa hormat satu sama lain.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

4. Tidak Menghina Fisik Orang Lain

Rasulullah mengingatkan agar tidak mencela kekurangan fisik, karena bisa jadi Allah memberi rahmat kepada orang tersebut dan menguji si pencela di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait