Tuntunan Lengkap Pelaksanaan Haji, Sesuai Syariat Islam
Ilustrasi ibadah haji --Foto: baznas.go.id
Wukuf di Arafah termasuk salah satu rukun haji. Jemaah yang tidak mengerjakan wukuf di Arafah berarti tidak mengerjakan haji.
Wukuf dilakukan setelah khutbah wukuf dan shalat jamak qashar taqdim Zuhur dan Ashar. Wukuf dilakukan dalam suasana tenang, khusyu’ dan tawadhu’ kepada Allah.
Wukuf dapat dilaksanakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. Selama wukuf, jemaah memperbanyak dzikir, istighfar, shalawat dan doa sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Jemaah bertafakur, bertaubat karena Allah akan mengampuni dan membebaskan orang-orang yang wukuf sebesar apapun dosanya.
Setelah wukuf, jemaah bergerak menuju Muzdalifah secara beregu.
7. Mabit (Bermalam) di Mudzalifah
Pelaksanaan wukuf di Arafah berakhir pada magrib hari dan Jamaah dipersiapkan untuk melakukan mabit (berdiam sebentar) di Muzdalifah pada 10 Dzulhijjah dan hukumnya wajib.
Mabit di Muzdalifah dianggap sah bila jemaah berada di Muzdalifah melewati tengah malam, walau ia hanya mabit sesaat. Pada saat mabit hendaknya seseorang banyak membaca talbiyah, dzikir, istighfar, berdoa atau membaca al-Qur’an.
Mengumpulkan kerikil minimal 7 butir dan maksimal 70 butir untuk digunakan melempar jumrah. Jemaah bergerak ke Mina.
BACA JUGA:Indonesia Butuh Talenta Digital AI, Telom Buka Fasilitas Pelatihan
8. Melontar Jumrah aqabah
Di Mina, jemaah melontar jumrah pada 10 Dzulhijah dilakukan dengan melontar batu kerikil ke arah jamrah Sughra, Wustha dan Kubra, diiringi niat mengenai objek jumrah (marma) dan kerikil masuk ke dalam lubang marma.
Melempar sebanyak tujuh batu. Tidak boleh tujuh batu sekaligus, tapi satu-satu.
Melontar jumrah dilakukan pada hari nahar dan hari tasyrik. Hukum melontar jamrah adalah wajib, bila seseorang tidak melaksanakannya dikenakan dam/ fidyah.
9. Tahalul atau memotong rambut
Setelah melontar jumrah, jemaah akan mencukur rambut. Minimal tiga helai rambut, atau bisa digundulkan. Maknanya sebagai simbol rasa syukur dan pembersihan jiwa dari hal-hal yang kotor sehingga manusia kembali pada fitrahnya.
Setelah itu jemaah bisa membayar dam dengan memotong hewan kurban, sebagai simbol persembahan terbaik dan wujud solidaritas kepada sesama.
10. Melontar tiga jumrah
Masih di Mina, jemaah akan melontar tiga jumrah di Ula (Haratullisan), Wustha ( di antara Ula dan Aqabah) dan aqabah (perbatasan Mina-Makkah) dilakukan pada tanggal 11-13 Dzulhijah ketika hari tasyrik. melemparnya harus berurutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: