Tuntunan Lengkap Pelaksanaan Haji, Sesuai Syariat Islam

Tuntunan Lengkap Pelaksanaan Haji, Sesuai Syariat Islam

Ilustrasi ibadah haji --Foto: baznas.go.id

Niat ihram dilaksanakan seiring dengan penggunaan baju ihram. Saat haji yang sebenarnya, pelaksanaannya pada tanggal 9 Dzulhijjah saat miqat yang telah ditentukan.

3. Membaca Talbiyah

Orang yang telah berniat ihram disunnahkan untuk mengulang-ulang talbiyah dalam setiap langkah selama perjalanan ke Baitul Haram.

Ketika mendaki, jalan menanjak, atau juga dalam kendaraan. Talbiyah juga harus terus dikumandangkan setelah berkumpul dengan jamaah haji dari negara-negara lainnya.

4. Tawaf

Jemaah akan diarahkan menuju area Ka'bah untuk melaksanakan tawaf. Jamaah haji perlu membaca niat terlebih dahulu dan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali sambil membaca talbiyah.

Ketika membaca talbiyah, jamaah laki-laki disarankan bersuara nyaring, sementara perempuan disarankan lirih.

Saat berkeliling, posisi Ka’bah berada di sebelah kiri, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad. Tawaf merupakan simbol perjuangan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah.

BACA JUGA:Penyebab Perut Bunyi padahal Sudah Makan Kenyang

Disunahkan salat 2 rakaat di maqam Ibrahim atau tempat lain yang tersedia. Menuju tempat minum air zam-zam dan melakukan perjalanan ke bukit Safa untuk melaksanakan Sa'i.

5. Sa'i

Sa’i menurut bahasa artinya ‘’berjalan’’ atau ‘’berusaha’’. Menurut istilah, sa’i berarti berjalan dari safa ke Marwah, bolak-balik sebanyak tujuh kali yang dimulai dari safa dan berakhir di Marwah, dengan syarat dan cara-cara tertentu.

Seperti yang dilakukan oleh Siti Hajar ketika mencari air untuk diberikan kepada anaknya, Nabi Ismail.

Jemaah memulai sa'i dengan membaca niat, dari shafa menuju lampu hijau pertama berjalan biasa. Menuju lampu hijau kedua berlari-lari kecil.

Menuju ke Marwa dengan berjalan biasa. Sampai di sana berdiri menghadap Ka'bah sambil mengangkat tangan dan membaca : Bismillahi Allahuakbar

6. Wukuf di Padang Arafah

Wukuf artinya berhenti atau berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihram walau sejenak, dalam waktu antara tergelincir Matahari pada 9 Dzulhijjah (hari Arafah) sampai terbit fajar hari nahar 10 Dzulhijjah.

BACA JUGA:Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi Ditunjuk Jadi Venue Kejuaraan Piala AFF U-23 2025

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: