Berkata Kasar Merusak Akhlak dan Menjerumuskan ke Dosa, Ini Hadits tentang Menjaga Lisan

Berkata Kasar Merusak Akhlak dan Menjerumuskan ke Dosa, Ini Hadits tentang Menjaga Lisan

Ilustrasi berkata kasar--

Perkataan yang tidak terjaga bisa memicu permusuhan, menciptakan fitnah, dan menyebabkan kerusakan dalam hubungan sosial.

Allah SWT Tidak Menyukai Perilaku Kasar dan Sombong

Bukan hanya Rasulullah SAW, Allah SWT pun menegaskan ketidaksukaan-Nya terhadap hamba yang berkata kasar atau berperilaku angkuh. Hal ini tertuang dalam Surah Luqman ayat 18-19:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ ١٨ وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ ࣖ ١٩

"Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. Berlakulah wajar dalam berjalan dan lembutkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."

BACA JUGA:

Ayat ini menunjukkan bahwa kelembutan dalam bicara adalah bagian dari akhlak mulia yang dicintai oleh Allah.

Nabi SAW Memerintahkan Umatnya Menjaga Lisan

Dalam buku Reuni Ahli Surga karya Ahmad Abi Al-Musabbih, disebutkan bahwa banyak dosa berasal dari lisan. Mulai dari ghibah, fitnah, hingga perkataan kasar yang tidak berguna. 

Rasulullah SAW pun bersabda,

“Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berzikir kepada Allah. Sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa zikir kepada Allah akan mengeraskan hati dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras.” (HR Tirmidzi)

Menjaga lisan bukan hanya tentang tidak berkata kasar, tapi juga menghindari pembicaraan sia-sia dan menggantinya dengan zikir serta perkataan yang membawa manfaat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait