Berkata Kasar Merusak Akhlak dan Menjerumuskan ke Dosa, Ini Hadits tentang Menjaga Lisan

Berkata Kasar Merusak Akhlak dan Menjerumuskan ke Dosa, Ini Hadits tentang Menjaga Lisan

Ilustrasi berkata kasar--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Ucapan adalah cerminan hati dan karakter seseorang. Dalam Islam, lisan memiliki posisi yang sangat penting karena bisa menjadi jalan menuju surga atau sebaliknya, menyeret ke dalam dosa

Rasulullah SAW memberikan banyak peringatan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga lisan dan menghindari kata-kata kasar, kotor, serta ucapan yang tidak berguna. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap mendengar kata-kata yang menyakitkan dan kasar, baik di media sosial maupun di lingkungan sekitar. Padahal, Islam adalah agama yang menjunjung tinggi akhlak dan sopan santun dalam berbicara.

Rasulullah SAW Melarang Umatnya Berkata Kasar

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, dan Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Bukanlah seorang mukmin yang sempurna, yang suka mencaci, mengutuk, berbuat, dan berkata kotor." (HR Ahmad, Bukhari dan Tirmidzi)

BACA JUGA:

Hadits ini menegaskan bahwa kata-kata kasar dan perbuatan buruk bukanlah karakter seorang mukmin sejati. 

Dalam riwayat lain dari At-Tirmidzi, beliau juga bersabda,

"Orang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, bukan pula orang yang suka melaknat, bukan orang yang berkata keji dan bukan pula orang yang suka berkata kotor." (HR At Tirmidzi)

Pernyataan ini sangat jelas: siapa pun yang ingin memperbaiki keimanan dan akhlaknya harus menjauhkan diri dari ucapan-ucapan yang buruk.

Berkata Kasar Merusak Akhlak dan Menjerumuskan ke Dosa

Dalam penjelasan Abu Usamah Salim dalam Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 4, dijelaskan bahwa berkata kasar adalah perbuatan tercela yang dapat menjerumuskan seseorang kepada perilaku negatif lainnya. 

Umat Islam dianjurkan untuk menghindari kebiasaan ini karena bisa menghapus pahala dan menodai kehormatan diri. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait