4 Hari Raya Umat Hindu Selain Nyepi

4 Hari Raya Umat Hindu Selain Nyepi

Hari Raya Saraswati diperingati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan ke dunia. --cafeteria

Perayaan ini menegaskan pentingnya ilmu sebagai cahaya kehidupan, membimbing manusia menuju kebenaran dan kebijaksanaan.

Dewi Saraswati digambarkan dengan empat tangan, masing-masing memegang:

  • Wina (alat musik veena) – Melambangkan harmoni ilmu dan seni.
  • Kitab Weda – Melambangkan sumber ilmu pengetahuan suci.
  • Tasbih – Simbol keutamaan spiritual.
  • Bunga teratai – Simbol kesucian ilmu.

BACA JUGA:7 Destinasi Wisata Libur Panjang Lebaran Idul Fitri 2025 di Surabaya, Ramah Anak dengan Spot Menarik

Tradisi dan Perayaan Hari Saraswati

1. Persembahyangan di Pura dan Tempat Belajar

Umat Hindu melakukan sembahyang di pura keluarga, sekolah, kampus, dan tempat kerja untuk memohon berkah ilmu yang bermanfaat.

Kitab suci, buku, dan alat tulis dihormati sebagai simbol ilmu pengetahuan.

2. Larangan Membaca dan Menulis

Pada malam Hari Saraswati, umat Hindu tidak diperbolehkan membaca atau menulis sebagai bentuk penghormatan kepada ilmu pengetahuan.

3. Sesajen Khusus

Persembahan dilakukan dengan sesajen khas seperti canang sari, jajan Bali, dan buah-buahan sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang diberikan.

Rangkaian Perayaan Setelah Saraswati

Setelah Hari Saraswati, ada beberapa rangkaian upacara lanjutan, yaitu:

  • Banyu Pinaruh (sehari setelah Saraswati) – Ritual pembersihan diri di laut, sungai, atau mata air sebagai simbol penyucian diri untuk menerima ilmu yang lebih baik.
  • Soma Ribek – Perayaan untuk menghormati Dewi Sri, dewi kemakmuran dan pertanian.
  • Sabuh Mas – Hari yang melambangkan kesejahteraan dan keberuntungan.
  • Pagerwesi Hari untuk memperkuat spiritualitas dan perlindungan ilmu pengetahuan.

BACA JUGA:7 Tempat Wisata di Jakarta yang Buka saat Libur Lebaran 2025, Dijamin Bikin Seru

4. Pagerwesi: Perlindungan Diri dan Spiritualitas

Pagerwesi jatuh setiap Rabu Kliwon Wuku Sinta dan memiliki makna mendalam dalam perlindungan diri serta penguatan spiritualitas.

Kata "Pagerwesi" sendiri berarti "pagar dari besi," yang melambangkan perlindungan dari pengaruh buruk. 

Pada hari ini, umat Hindu bersembahyang untuk memperkuat keyakinan dan menjaga keseimbangan hidup.

Perayaan ini jatuh setiap Rabu Kliwon Wuku Sinta, yang berlangsung setiap 210 hari sekali dalam kalender Bali.


Pagerwesi jatuh setiap Rabu Kliwon Wuku Sinta dan memiliki makna mendalam dalam perlindungan diri serta penguatan spiritualitas. --letternews

Makna dan Filosofi Pagerwesi

Nama "Pagerwesi" berasal dari kata "pager" (pagar) dan "wesi" (besi), yang secara harfiah berarti "pagar dari besi". Ini melambangkan perlindungan diri yang kuat dari pengaruh negatif, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam diri sendiri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait