Video Macan Tutul Jawa Nyasar Masuk Balai Desa di Kuningan Jawa Barat, Warga Gempar!
Tangkapan layar Macan tutul jawa nyasar masuk Balai Desa Kutamandarakan Kuningan--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kejadian langka sekaligus menegangkan terjadi di Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas), satwa langka dan dilindungi, ditemukan nyasar masuk ke Balai Desa Kutamandarakan.
Warga baru menyadari keberadaannya pada Selasa pagi, 26 Agustus 2025, setelah macan tutul tersebut bersembunyi selama dua hari di dalam gedung. Peristiwa ini sontak membuat heboh warga sekitar yang berbondong-bondong datang untuk melihat langsung proses evakuasi.
"Baru tau tadi pagi ada macan. Sepertinya dari kemarin sudah ada di sini," ujar Nuraeni, warga setempat, dikutip dari radarcirebon.com.
Menurut keterangan perangkat desa, Faisal, macan tutul tersebut diperkirakan sudah berada di dalam gedung sejak Minggu malam, 24 Agustus 2025. Pada malam itu, beberapa warga mendengar suara benda jatuh dan gaduh di sekitar aula desa, tetapi mereka tidak menyangka suara tersebut berasal dari hewan liar.
Keberadaan macan tutul baru terungkap ketika salah satu pegawai desa hendak mengambil barang di gudang pada Selasa pagi. Saat membuka pintu, pegawai tersebut terkejut melihat seekor macan bersembunyi di bawah tumpukan kursi plastik.
BACA JUGA:
- Viral Perempuan Pandu Difabel Netra di Stadion Maguwoharjo, Momen Haru di Laga PSS Sleman
- Fakta-Fakta Pasha Ungu Mundur dari DPR yang Lagi Viral
- Viral! Kisah Pilu Jenazah Munandar Samania Dibawa Motor Ojek Sejauh 49 Km di Bone Bolango
"Ketika buka pintu, dia kaget (pegawai). Pegawai kaget, macan juga kaget, jadi sama-sama kaget," ujar Faisal.
Warga menduga macan tutul ini berasal dari Hutan Cikihiyang atau Bukit Pasir Masigit yang berjarak sekitar 5 kilometer dari desa. Kepala Desa Kutamandarakan, Iha Sunardi, mengaku heran bagaimana hewan tersebut bisa sampai ke balai desa yang letaknya cukup jauh dari hutan dan dikelilingi pemukiman padat.
Iha menambahkan, kemungkinan besar macan masuk melalui atap aula karena semua pintu dan jendela terkunci rapat. Selama dua hari berada di gedung, hewan tersebut memilih bersembunyi di gudang yang jarang digunakan warga.
Setelah memastikan keberadaan macan tutul, pihak desa segera melaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat dan Damkar Kuningan. Saat ini, proses evakuasi sedang berlangsung dengan upaya menenangkan hewan agar tidak panik.
Iha berharap, macan tutul tersebut bisa segera dikembalikan ke habitat aslinya tanpa melukai satwa maupun warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: