Kenapa Ban Mobil Listrik Gampang 'Botak'? Bukan Cuma Karena Bobotnya Lho!

Kenapa Ban Mobil Listrik Gampang 'Botak'? Bukan Cuma Karena Bobotnya Lho!

Fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui, ban mobil listrik cenderung lebih cepat aus alias "botak" dibandingkan dengan mobil bensin.--Bridgestone

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kendaraan listrik (EV) sedang menjadi primadona baru di dunia otomotif. 

Dengan performa instan dan ramah lingkungan, mobil listrik menjanjikan pengalaman berkendara yang berbeda. 

Namun, di balik semua keunggulannya, ada satu fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui, ban mobil listrik cenderung lebih cepat aus alias "botak" dibandingkan dengan mobil bensin.

Apa penyebabnya? Apakah hanya karena bobot baterai yang super berat?

Jawabannya, tidak! Meskipun bobot baterai memang menjadi salah satu faktor utama, ada beberapa alasan lain yang membuat ban mobil listrik lebih cepat habis.

BACA JUGA:Mobil Listrik Terobos Banjir, Bahaya atau Aman? Ini Penjelasannya

BACA JUGA:Pertimbangan Membeli kendaraan, Mobil Listrik vs Mobil Bensin Mana yang Lebih Hemat?

1. Bobot Baterai yang Memang Luar Biasa Berat

Tidak bisa dipungkiri, baterai adalah komponen paling berat pada mobil listrik. Sebagai contoh, baterai Tesla Model S bisa mencapai bobot 540 kg, hampir sepertiga dari total berat mobil. Beban ekstra ini memberikan tekanan konstan dan signifikan pada ban.

Bayangkan ban harus menopang beban sebesar ini, ditambah lagi dengan berat sasis dan penumpang. Kondisi ini membuat ban bekerja lebih keras, terutama saat melewati jalan bergelombang atau saat menikung. Gesekan yang terus-menerus ini tentu mempercepat keausan.

2. Torsi Instan yang Jadi 'Pedang Bermata Dua'

Salah satu sensasi mengendarai mobil listrik adalah akselerasi instan yang responsif. Torsi instan dari motor listrik langsung disalurkan ke roda, memberikan dorongan yang kuat dan cepat.

Namun, torsi instan inilah yang menjadi "pedang bermata dua" bagi ban. Akselerasi yang sangat cepat menimbulkan gesekan yang masif antara ban dan permukaan jalan. Jika Anda sering menginjak pedal gas dalam-dalam, ban akan 'terkikis' lebih cepat dari biasanya.

3. Teknologi Regenerative Braking

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait