Kenapa Ban Mobil Listrik Gampang 'Botak'? Bukan Cuma Karena Bobotnya Lho!
Fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui, ban mobil listrik cenderung lebih cepat aus alias "botak" dibandingkan dengan mobil bensin.--Bridgestone
Banyak mobil listrik menggunakan teknologi regenerative braking, di mana motor listrik berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai saat mobil melambat. Proses ini memberikan pengereman yang tidak biasa, di mana beban pengereman lebih banyak ditanggung oleh ban, bukan hanya kampas rem.
Meskipun efisien dalam hal energi, proses ini memberikan tekanan dan gesekan tambahan pada ban, terutama di bagian sisi-sisi ban.
BACA JUGA:Jangan Asal Beli, 6 Tips Ganti Velg Mobil Agar Aman dan Nyaman saat Digunakan
BACA JUGA:Sering Diabaikan! Tips Merawat Ban Serep Mobil, Si Penyelamat yang Tersembunyi
4. Komposisi Ban yang Berbeda
Ban mobil listrik tidak dibuat sama seperti ban mobil bensin. Produsen ban merancang ban khusus untuk EV dengan tujuan meningkatkan efisiensi energi. Ban ini biasanya memiliki resistansi gulir rendah (low rolling resistance) untuk menghemat daya baterai.
Untuk mencapai hal ini, ban mobil listrik menggunakan senyawa karet yang lebih lunak. Senyawa ini memang mengurangi gesekan saat mobil melaju, namun imbasnya membuat ban lebih rentan terhadap keausan.
Meskipun ban mobil listrik cenderung lebih cepat aus, produsen ban terus berinovasi.
Beberapa merek telah meluncurkan ban khusus EV dengan material yang lebih kuat untuk menahan torsi dan beban.
Sebagai pemilik mobil listrik, Anda juga bisa melakukan beberapa hal untuk memperpanjang usia pakai ban:
• Rutin memeriksa tekanan ban agar sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
• Rotasi ban secara berkala setiap 5.000-10.000 km.
• Mengecek keselarasan roda (wheel alignment) untuk mencegah keausan yang tidak merata.
Dengan pemahaman yang tepat dan perawatan yang rutin, ban mobil listrik Anda tidak akan 'botak' sebelum waktunya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: