Polytron G3 Series Unjuk Gigi di Pasar EV, Ini Deretan Keunggulan SUV Listrik Lokal
Mobil Listrik Polytron G3 dan G3+--polytron
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Nama Polytron tak lagi identik hanya dengan elektronik rumah tangga. Sepanjang 2025, produsen asal Jawa Tengah ini menunjukkan keseriusannya menantang pasar kendaraan listrik nasional lewat Polytron G3 Series. Meski berstatus pendatang baru, performa penjualannya terbilang menjanjikan.
Hanya dalam waktu kurang dari setahun sejak meluncur pada Mei 2025, Polytron berhasil mendistribusikan ratusan unit mobil listrik ke jaringan dealer di Tanah Air. Saat ini, G3 Series menjadi satu-satunya model yang dipasarkan, hadir dalam dua varian: G3 dan G3+.
Berdasarkan data wholesales Gaikindo, periode Mei–November 2025 mencatat penyaluran 286 unit Polytron G3 Series. Varian G3 menjadi tulang punggung dengan kontribusi 170 unit, sementara G3+ mengisi sisanya.
Meski belum menembus 10 besar merek EV terlaris nasional, capaian ini dinilai positif untuk pemain anyar. Bahkan pada November 2025 saja, distribusi G3 Series mencapai 81 unit, mengungguli sejumlah merek yang lebih dulu eksis di Indonesia seperti Neta, MG, hingga Toyota.
BACA JUGA:Libur Nataru, Kemenhub Ajak Masyarakat Cek Kelaikan Bus Demi Keselamatan
Sebagai gambaran, total penjualan mobil listrik nasional sepanjang Januari–November 2025 telah menyentuh 82.525 unit, dengan BYD masih memimpin pasar.
Dirakit di Indonesia, Rasa Global
Polytron menggandeng Skyworth Auto dari China untuk pengembangan produk, namun proses perakitannya sudah dilakukan di dalam negeri. G3 Series dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat, menggunakan skema Semi Knocked Down (SKD).
Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Polytron dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
Di balik kapnya, Polytron G3 Series mengusung baterai LFP berkapasitas 51,9 kWh yang menggerakkan motor listrik bertenaga 150 kW atau setara 201 PS, dengan torsi puncak 320 Nm.
SUV listrik ini diklaim mampu melaju hingga 402 km (standar CLTC) dalam sekali pengisian daya, dengan kecepatan maksimum 150 km/jam. Akselerasi 0–100 km/jam dapat ditempuh dalam 9,6 detik.
Soal pengisian daya, fitur fast charging memungkinkan baterai terisi dari 20 persen ke 70 persen dalam waktu kurang dari 35 menit.
Dimensi Bongsor, Tampil Lebih Mewah
Polytron G3 dan G3+ tampil sebagai SUV listrik berukuran besar di kelasnya. Dimensinya mencakup panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, tinggi 1.696 mm, dan jarak sumbu roda 2.800 mm—lebih besar dibanding sejumlah rival seperti BYD Atto 3, MG ZS EV, maupun Chery Omoda E5.
Perbedaan kedua varian terlihat pada kaki-kaki dan fitur. G3 menggunakan pelek 19 inci, sedangkan G3+ tampil lebih sporty dengan pelek 20 inci serta tambahan panoramic sunroof.
Kabin Sarat Teknologi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: