Pertamina Oplos BBM, Ini 6 Dampak Buruk Pertamax Oplosan Pada Mesin Kendaraan

Pertamina Oplos BBM, Ini 6 Dampak Buruk Pertamax Oplosan Pada Mesin Kendaraan

Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak Pertamax oplosan bisa membuat rusak mesin--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kasus Pertamax oplosan yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga yang dibongkar Kejaksaan Agung (Kejagung) membuat geram masyarakat.

Bahan bakar minyak (BBM) Pertamax oplosan jelas sangat merugikan masyarakat. Salah satu dampak yang diterima masyarakat adalah kondisi kendaraan miliknya yang menggunakan Pertamax oplosan.

Diketahui penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan standar dapat memberikan dampak negatif bagi kendaraan, terutama pada mesin. 

Salah satu isu yang tengah menjadi perhatian adalah dugaan adanya Pertamax oplosan yang beredar di pasaran. Oplosan ini mengacu pada pencampuran Pertamax dengan bahan bakar lain seperti Pertalite, yang memiliki kadar oktan lebih rendah. 

Akibatnya, performa mesin kendaraan dapat terganggu, menyebabkan kerusakan jangka panjang serta meningkatkan biaya perawatan. 

Artikel ini akan membahas secara mendalam dampak buruk dari penggunaan Pertamax oplosan terhadap mesin kendaraan.

BACA JUGA: Ingatkan Pertamina Soal Pertamax Oplosan, DPR: Jangan Sampai Presiden Turun Tangan

Mengutip dari laman Federal Oil, menggunakan BBM hasil oplosan bisa mengakibatkan bahaya pada mesin kendaraan bermotor. Akibat yang ditimbulkan berupa gampang rusaknya mesin.

“Bensin oplosan sangat berbahaya untuk mesin kendaraan bermotor, dampaknya, mesin akan menjadi lebih mudah rusak, motor sehebat apa pun jika memakai bensin oplosan akan rusak.” tulis laman Federal Oil, dikutip Rabu (26/2/2025).

6 Dampak Buruk Pertamax Oplosan terhadap Mesin Kendaraan

1. Penurunan Performa Mesin

Pertamax yang telah dioplos dengan bahan bakar lain cenderung memiliki angka oktan yang lebih rendah dari standar.

Hal ini menyebabkan proses pembakaran di dalam mesin menjadi kurang optimal, sehingga tenaga yang dihasilkan menurun.

Pengendara akan merasakan akselerasi yang lebih lambat serta konsumsi bahan bakar yang lebih boros.

2. Meningkatkan Risiko Knocking (ngelitik)

Knocking atau ketukan mesin terjadi ketika bahan bakar terbakar sebelum waktunya di ruang bakar akibat angka oktan yang lebih rendah dari kebutuhan mesin.

BACA JUGA:Pertamax Dioplos, BKPN: Masyarakat Bisa Gugat Pertamina

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait