Ribuan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD dan Gubernur Kaltim, Ini Tuntutannya
Demo mahasiswa di Kaltim--
radarpena.co.id - Ribuan mahasiswa bersama elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud Selasa (21/4/2026).
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar di DPRD Kalimantan Timur.
Massa mulai bergerak ke Kantor Gubernur sekitar pukul 13.00 Wita dan masih bertahan hingga sore hari. Sepanjang aksi, para peserta menyampaikan orasi secara bergantian, menyoroti berbagai persoalan kebijakan di daerah.
BACA JUGA:Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Provokasi Ade Armando dan Abu Janda Terkait Video JK
Tiga Tuntutan Utama Mahasiswa
Salah satu peserta aksi, Rizky Pratama, menegaskan bahwa demonstrasi ini membawa tuntutan yang jelas dan terukur.
Tiga poin utama yang disuarakan, yaitu:
- Evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim
- Penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
- Mendesak DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal
“Kami akan terus mengawal tuntutan ini sampai ada langkah nyata dari pemerintah. Ini suara masyarakat yang merasa tidak lagi didengar,” tegasnya.
Anggaran Mobil Dinas
Dalam aksi tersebut, peserta juga menyoroti sejumlah kebijakan anggaran yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Salah satunya terkait pengadaan mobil dinas gubernur.
BACA JUGA:Uya Kuya Ngamuk dan Polisikan Ribuan Akun Media Sosial, Gegara Difitnah Punya 750 SPPG
Veronika dalam orasinya mempertanyakan transparansi dan keputusan terkait anggaran tersebut.
Ia bahkan meminta kepala daerah untuk mundur apabila dinilai tidak mampu memenuhi aspirasi masyarakat.
DPRD Kaltim Minta Maaf ke Publik
Sebelumnya, massa juga menggelar aksi di depan DPRD Kaltim dengan membawa isu serupa, termasuk sorotan terhadap anggaran miliaran rupiah untuk fasilitas pejabat.
Perwakilan massa, Budiman Arief, menilai penggunaan anggaran seperti mobil dinas dan rumah jabatan tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: