Diduga Keracunan Burger MBG, Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Meninggal Dunia
Ilustrasi Burger MBG--
radarpena.co.id - Polres Bengkulu Utara tengah melakukan penyelidikan mendalam atas meninggalnya M. Fatih (8), siswa MIN 2 Ketahun, yang diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (1/3/2026).
Insiden ini memicu perhatian publik terkait standar keamanan pangan dalam distribusi program nasional tersebut di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.
Kronologi dan Penanganan Medis
Berdasarkan data yang dihimpun, korban mengonsumsi paket menu MBG berupa burger dan buah-buahan di sekolah. Tak lama kemudian, kondisi kesehatan Fatih menurun hingga harus dilarikan ke RSUD Lagita.
BACA JUGA:Ekspansi Agresif Green SM: Sabet Predikat Aplikasi EV Carpooling Terbaik di Asia Pasifik
Lantaran kondisi yang terus memburuk dan tidak sadarkan diri, korban dirujuk ke RS Bhayangkara Bengkulu. Namun, pada Minggu malam, korban dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa ini sempat viral di platform media sosial dan memicu kekhawatiran massal di kalangan wali murid.
Polisi Amankan Sampel Makanan
Kapolres Bengkulu Utara, Bakti Kautsar Ali, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat untuk memastikan penyebab pasti kematian siswa tersebut. Saat ini, kepolisian fokus pada pengumpulan bukti dan keterangan saksi.
"Kami telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium dan sedang memintai keterangan dari pihak sekolah serta penyedia makanan. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil resmi," ujar Kapolres Bakti, Minggu (1/3).
Sejauh ini, polisi mencatat hanya satu siswa yang mengalami gejala fatal. Namun, ruang lingkup penyelidikan tetap diperluas guna memastikan tidak adanya kelalaian dalam proses produksi makanan.
BACA JUGA:Teheran Membara! Ledakan Guncang Ibu Kota Iran, Israel Luncurkan Serangan Lanjutan
Telusur Dapur Penyedia: Bahan Baku Dibeli Eceran?
Penyelidikan kini mengarah pada dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Giri Kencana sebagai penyedia menu. Muncul fakta baru bahwa sebagian bahan baku menu tersebut diduga tidak berasal dari penyuplai resmi.
Asisten Lapangan SPPG Giri Kencana, Kemaruk Zaman, mengonfirmasi bahwa pihaknya sempat membeli bahan seperti roti dan kacang secara eceran di pasar lokal.
"Bahan tersebut terpaksa kami beli eceran di beberapa toko sekitar Pasar D1 Ketahun karena tidak tersedia di pihak supplier utama," jelas Kemaruk.
Di sisi lain, Andi selaku Penanggung Jawab Dapur menambahkan bahwa roti burger dipasok oleh pihak keluarga yang berlokasi di Unit 1, Desa Marga Sakti. Hal ini menguatkan adanya rantai pasokan yang tidak terpusat dalam penyediaan menu hari itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: