143,91 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Jawa Barat Terbanyak, Tol dan Pasar Senen Jadi Titik Terpadat

143,91 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Jawa Barat Terbanyak, Tol dan Pasar Senen Jadi Titik Terpadat

Arus Mudik Nataru 2025--

RADARPENA.CO.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi total pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026/1447 H mencapai 143,91 juta orang.

Angka ini menunjukkan potensi lonjakan mobilitas yang sangat besar, terutama di Pulau Jawa.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan, proyeksi tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) untuk masa Angkutan Lebaran 2026.

“Pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta [19,93 juta] dan Jawa Timur [17,12 juta],” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Jawa Barat Jadi Penyumbang Pemudik Terbesar

Data Kemenhub menunjukkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak. Tingginya angka ini tak lepas dari status Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Setelah Jawa Barat, posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta dan Jawa Timur. Ketiganya menjadi pusat utama pergerakan masyarakat saat musim mudik.

BACA JUGA:Baru Seminggu Teken Perjanjian Dagang, AS 'Tikam' Indonesia dengan Tarif Panel Surya 104%

Pada level kabupaten/kota, wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi menjadi titik asal perjalanan yang dominan. Sementara itu, daerah tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah.

Khusus kawasan Jabodetabek, asal pergerakan terbesar berasal dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Adapun provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah.

Jawa Tengah Jadi Tujuan Favorit

Dari sisi tujuan, arus terbesar diprediksi mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang. Disusul Jawa Timur sebanyak 27,29 juta orang dan Jawa Barat 25,09 juta orang.

Hal ini menunjukkan pola klasik mudik, di mana Jawa Tengah tetap menjadi magnet utama arus pulang kampung, terutama bagi pekerja di Jakarta dan sekitarnya.

Mobil Pribadi Masih Jadi Andalan

Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi diprediksi tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Sebanyak 76,24 juta orang diperkirakan menggunakan mobil pribadi saat mudik Lebaran 2026.

Di posisi berikutnya ada sepeda motor sebanyak 24,08 juta orang dan bus sebesar 23,34 juta orang.

Untuk jalur yang digunakan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol, dengan jumlah mencapai 50,63 juta orang. Sementara itu, pengguna sepeda motor mayoritas memilih jalur alternatif non-utama, yakni sekitar 8,65 juta orang.

Titik Transportasi Terpadat

BACA JUGA:Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: PSG vs Chelsea & Duel Maut Real Madrid Lawan Man City!

Kemenhub juga memetakan simpul transportasi yang diprediksi menjadi titik terpadat selama angkutan Lebaran 2026.

Untuk moda kereta api, stasiun asal terpadat adalah Stasiun Pasar Senen dengan 2,38 juta orang. Sementara stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu sebanyak 867.000 orang.

Pada moda udara, bandara asal dan tujuan terpadat sama-sama berada di Bandara Soekarno Hatta. Sebagai bandara asal, jumlah penumpang diprediksi mencapai 2,13 juta orang, sedangkan sebagai bandara tujuan sebanyak 1,05 juta orang.

Untuk angkutan darat, terminal asal terpadat adalah Terminal Pulo Gebang sebesar 2,31 juta orang. Terminal tujuan terpadat adalah Terminal Tirtonadi dengan 1,44 juta orang.

Di sektor laut, pelabuhan asal terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 214.000 orang. Sedangkan pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 158.000 orang.

Adapun lintas penyeberangan terpadat diprediksi terjadi di jalur Penyeberangan Merak–Bakauheni dengan total 6,06 juta orang.

Kesiapan Armada dan Infrastruktur

Menghadapi lonjakan besar ini, Kemenhub telah menyiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung.

Untuk transportasi darat, disiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas angkut 1,25 juta penumpang. Transportasi laut disiapkan 829 unit kapal dengan kapasitas 3,26 juta penumpang dan 636 pelabuhan laut.

Sementara itu, transportasi penyeberangan dipersiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan serta 29 pelabuhan.

Di sektor udara, tersedia 392 unit pesawat (serviceable) yang beroperasi di 257 bandar udara. Sedangkan untuk kereta api, disiapkan 3.821 unit sarana dengan dukungan 668 stasiun.

Pembatasan Truk Sumbu 3

Untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik, pemerintah juga memberlakukan pembatasan operasional bagi truk sumbu tiga atau lebih.

Namun, pembatasan ini tidak berlaku bagi kendaraan yang mengangkut BBM/BBG, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan bahan pokok.

 

“Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan dan lebih dimensi untuk menjaga keselamatan bersama,” tegas Dudy.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait