Kawal Pembangunan Hijau, IATPI Siapkan 3.800 Insinyur Lingkungan Bersertifikat
Kawal Pembangunan Hijau, IATPI Siapkan 3.800 Insinyur Lingkungan Bersertifikat--Ari Nurcahyo
radarpena.id - Indonesia memperkuat fondasi pembangunan hijau dengan mengandalkan mesin baru di sektor sumber daya manusia. Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) kini memobilisasi sedikitnya 3.800 insinyur lingkungan terampil untuk mengawal proyek-proyek strategis nasional. Ribuan tenaga ahli ini menjadi tulang punggung dalam penyediaan air minum, pengelolaan limbah, hingga penerapan sistem persampahan modern di seluruh pelosok negeri.
Ketua Umum IATPI, Endra Atmawidjaja, menegaskan bahwa organisasi yang ia pimpin memegang peran krusial dalam memastikan akuntabilitas setiap proyek lingkungan. Baik proyek gagasan pemerintah maupun sektor swasta, IATPI hadir untuk menjamin infrastruktur fisik berjalan seiring dengan pengendalian pencemaran yang profesional.
"Kami menyediakan SDM berkualitas melalui sertifikasi. Ini adalah jaminan nyata atas kualitas sumber daya manusia yang kami miliki," ujar Endra saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Kamis 15 Januari 2026.
BACA JUGA:Darurat Lahan Sampah: Teknologi 'Waste to Energy' Jadi Harga Mati bagi Kota Besar
BACA JUGA:Kamera 200MP dan Tahan Banting! Redmi Note 15 Series Siap Mengguncang Pasar Indonesia
Di bawah kepemimpinan Endra, IATPI bertransformasi menjadi lumbung talenta ahli yang siap menjawab isu-isu lingkungan global. Organisasi ini berkontribusi aktif dalam agenda pengurangan emisi karbon dan pengembangan lapangan kerja hijau(green jobs). Transformasi ini menempatkan IATPI sebagai mitra strategis negara untuk menghadapi krisis lingkungan yang kian mendesak di masa depan.
Kunci utama dari kualitas para ahli ini terletak pada proses sertifikasi yang ketat. IATPI memastikan setiap insinyur yang terlibat dalam proyek vital nasional memiliki kompetensi dan kualifikasi yang memadai. Dengan begitu, risiko kegagalan proyek akibat kesalahan teknis dapat ditekan sedini mungkin.
Memasuki tahun 2026, IATPI mengambil langkah berani dengan memperluas jangkauan layanan keprofesian secara masif. Organisasi ini menambah skema sertifikasi secara signifikan, dari yang semula hanya 18 skema kini melonjak menjadi 44 skema. Perluasan ini mencakup seluruh lapisan pekerja di sektor lingkungan.
Langkah ini memastikan bahwa standar profesionalisme tidak hanya berhenti di tingkat ahli muda atau ahli utama saja. Kini, IATPI juga merambah ke level operator dan pengawas lapangan. Endra memberikan analogi yang tegas mengenai pentingnya hal ini bagi keselamatan publik.
"Mengelola infrastruktur lingkungan tanpa sertifikasi IATPI itu sama berbahayanya dengan mengemudikan kendaraan tanpa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)," tegas Endra.
BACA JUGA:PHK Meledak di Jawa Barat! Hampir 19 Ribu Pekerja Tumbang, Industri Garmen Paling Parah
BACA JUGA:5 Rekomendasi HP RAM 8GB di Bawah 2 Juta Performa Ngebut, Cocok untuk Gaming!
Sepanjang tahun 2025, IATPI telah berhasil menjangkau 3.000 orang melalui program Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB). Melalui pelatihan daring maupun tatap muka, organisasi ini terus menjaga mutu anggotanya agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi lingkungan yang sangat pesat.
Guna mendukung 44 skema sertifikasi baru tersebut, IATPI tengah melakukan penguatan kelembagaan besar-besaran. Fokus utama mereka saat ini adalah meningkatkan jumlah asesor sertifikasi yang kompeten sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Penguatan ini sangat penting untuk melayani lonjakan permintaan sertifikasi, terutama yang dipicu oleh munculnya teknologi pengolahan sampah modern.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: