Duka Gedung Terra Drone di Kemayoran: 22 Nyawa Terenggut Akibat Hirupan Asap Maut

Duka Gedung Terra Drone di Kemayoran: 22 Nyawa Terenggut Akibat Hirupan Asap Maut

Penyebab kematian korban kebakaran Gedung Terra Drone terungkap--cahyono

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pusdokkes Polri akhirnya menutup proses identifikasi korban kebakaran Gedung Terra Drone dengan sebuah kesimpulan medis yang memilukan. 

Penyebab kematian massal dalam tragedi kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, akhirnya terpecahkan. 

Tim Biro Pelayanan Kedokteran Kepolisian (Rodokpol) Pusdokkes Polri memastikan bahwa musuh utama dalam insiden ini bukanlah jilatan api, melainkan Karbon Monoksida (CO).

Sebanyak 22 nyawa yang hilang dalam tragedi tersebut dipastikan meninggal akibat menghirup gas beracun Karbon Monoksida (CO).

Para korban tidak sempat menyelamatkan diri bukan karena terperangkap api, melainkan karena lumpuhnya sistem pernapasan mereka secara cepat. 

BACA JUGA:10 Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone Teridentifikasi dan Langsung Diserahkan ke Pihak Keluarga

Menurut Kombes Pol Dr. Martinus Ginting, gas CO bekerja senyap namun mematikan—menghentikan suplai oksigen ke organ vital sebelum korban menyadari bahaya yang mengancam.

"Gas ini mengikat hemoglobin jauh lebih kuat daripada oksigen. Akibatnya, aliran oksigen ke otak dan jantung terputus total, menyebabkan korban lemas, tak sadarkan diri, hingga meninggal dunia di lokasi," jelasnya.

Kini, seluruh jenazah telah dipulangkan ke pelukan keluarga masing-masing untuk dimakamkan dengan layak. Berikut adalah nama-nama mereka yang menjadi korban dalam peristiwa kelam ini:

BACA JUGA:Video Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran yang Tewaskan 22 Orang

Daftar 22 Korban Teridentifikasi:

  1. Rufaidha Lathiifunnisa (22)
  2. Novia Nurwana (28)
  3. Yoga Valdier Yaseer (28)
  4. Pariyem (31)
  5. Ninda Tan (32)
  6. Muhammad Ariel Budiman (24)
  7. Mochamad Apriyana (40)
  8. Della Yohana Simanjuntak (22)
  9. Nazaellya Tsabita Nurazisha (27)
  10. Athiniyah Isnaini Rasyidah (18)
  11. Siti Sa'addah Ningsih (24)
  12. Emilia Salim Tan (43)
  13. Ervina (25)
  14. Chandra Faajriati Khasanah (19)
  15. Tahsya Larasati Ramadhani (25)
  16. Sendy Wijaya (37)
  17. Rayhansyah Pinago Sipahutar (24)
  18. Chintia Leni Novaressa (29)
  19. Rosdiana (26)
  20. Muh Ikhsanul Mirja (27)
  21. Syaiful Fajar (38)
  22. Assyifa Mulandar (25)

Pusdokkes Polri memastikan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan dengan standar tertinggi, termasuk pemeriksaan forensik, pendataan medis, serta pendampingan bagi keluarga korban. Temuan mengenai paparan karbon monoksida diharapkan menjadi perhatian publik mengenai bahaya asap pekat dalam insiden kebakaran, yang sering kali jauh lebih mematikan dibanding api itu sendiri.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: