Perempuan Pendukung Jokowi Bakal Demo Pakai BH dan CD di Mabes Polri, Roy Suryo: Para Termul 'ODGJ'

Perempuan Pendukung Jokowi Bakal Demo Pakai BH dan CD di Mabes Polri, Roy Suryo: Para Termul 'ODGJ'

Pakar telematika Roy Suryo-fajar ilman-radarpena.co.id Disway group

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pakar telematika Roy Suryo menanggapi dengan nada keras rencana sekelompok relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) yang mengancam akan berdemo ke Mabes Polri hanya mengenakan BH dan celana dalam (CD) jika dirinya tidak segera ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Roy, ajakan tersebut bukan sekadar protes, tetapi termasuk penghasutan dan ajakan pornoaksi yang jelas melanggar Undang-Undang Pornografi Nomor 44 Tahun 2008.

“Ini akan dikenang masyarakat Indonesia sebagai salah satu ajakan yang melampaui batas etika publik. Bahkan bisa dikategorikan sebagai ajakan melakukan aksi pornografi dan pornoaksi,” ujar Roy dalam wawancara dengan Fajar.co.id, Minggu (5/10/2025).

BACA JUGA:Perempuan Pendukung Jokowi Ancam Gelar Aksi Cuma Pakai BH dan CD di Mabes Polri

Roy menjelaskan bahwa ancaman untuk melakukan demonstrasi dengan berpakaian minim di depan publik bertentangan dengan Pasal 4 UU Pornografi Nomor 44 Tahun 2008.

Pasal 4 ayat (1): melarang setiap orang memproduksi, menyebarluaskan, atau menggunakan pornografi secara eksplisit.

Pasal 4 ayat (2): melarang setiap tindakan mempertontonkan diri di muka umum yang menimbulkan kesan ketelanjangan atau eksploitasi seksual.

“Relawan ini malah mengajak perempuan untuk berdemo hanya mengenakan bra dan CD. Itu jelas masuk kategori pelanggaran hukum,” tegas Roy.

Ia juga menambahkan bahwa jika aksi ini benar-benar dilakukan, maka penggagas maupun fasilitatornya bisa dijerat Pasal 34 hingga 36 UU Pornografi, yang mengatur pidana bagi orang yang mempertontonkan diri secara eksplisit, maupun pihak yang memfasilitasi aksi tersebut.

BACA JUGA:Halim Kalla, Adik Jusuf Kalla, Jadi Tersangka Kasus Korupsi PLTU 1 Kalimantan Barat Senilai Rp1,3 Triliun

Meski menjadi target dalam ancaman tersebut, Roy mengaku menyikapi situasi ini dengan santai.

“Saya cukup santai, jogetin saja menyikapi konferensi pers para Termul ODGJ (Orang Dekat Jok-Gib),” ujarnya dengan nada sindiran.

Menurutnya, tindakan ancaman semacam itu hanya menunjukkan ekspresi ekstrem yang kehilangan akal sehat, serta memperjelas siapa pihak yang berada di jalur benar.

“Semakin hari makin jelas siapa yang benar dan siapa yang salah,” tutup Roy.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: