Polisi Lalin Jadi Korban Penganiayaan di Sawah Besar, Pelaku Alami Gangguan Jiwa

Polisi Lalin Jadi Korban Penganiayaan di Sawah Besar, Pelaku Alami Gangguan Jiwa

Pelaku penganiayaan Polisi Lalin di Sawah Besar, Jakpus-Rafi Adhi-Disway Grup

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Seorang anggota Unit Lalu Lintas Polsek Sawah Besar menjadi korban penganiayaan saat bertugas mengatur arus kendaraan di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di depan Pos Lantas TL Pintu Besi, Jalan Gunung Sahari Raya, Kelurahan Pasar Baru. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan korban berinisial R (29) yang saat itu sedang menggantikan rekannya bertugas, tiba-tiba didatangi seorang pria tak dikenal dan langsung dipukul pada pipi kirinya hingga memar.

Diungkapkannya, insiden bermula saat rekan korban, NH (41), mencoba menghentikan pengendara motor berboncengan tanpa helm dari arah Senen menuju Ancol. 

BACA JUGA:Green Hydrogen Ulubelu Ciptakan Serapan Tenaga Kerja dan Investasi Energi Bersih

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Bandar Lampung 13 September 2025, Waspada Hujan Siang Hari

"Pelaku menghindar hingga kepalanya membentur tangan petugas, menyebabkan topinya terjatuh. Pelaku sempat melarikan diri, namun kembali lagi untuk mengambil topinya. Saat itulah ia menghampiri korban R, yang dikira petugas sebelumnya, lalu memukulnya," katanya kepada awak media, Sabtu 13 September 2025.

Pelaku diketahui berinisial AAF (29), warga Penggilingan, Jakarta Timur, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir. 

Setelah diamankan, keluarga pelaku menyerahkan dokumen medis dari RS Polri Kramat Jati dan RS Jiwa Soeharto Heerdjan (RS Grogol) yang menunjukkan AAF mengidap skizofrenia atau gangguan jiwa berat.

Ditegaskannya, penegakan hukum tetap dijalankan dengan memperhatikan aspek kemanusiaan.

"Kami sangat menghargai pengabdian anggota kami yang sedang bertugas, dan kami prihatin atas kejadian ini. Namun, kami juga memahami bahwa pelaku sedang berjuang dengan kondisi kesehatan mentalnya yang berat. Dalam penegakan hukum, kami tidak hanya mencari keadilan, tapi juga menempatkan manusia di atas segalanya," tegasnya.

Pelaku kemudian dipulangkan ke keluarganya untuk mendapatkan perawatan medis dengan pengawasan pihak berwenang.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan menambahkan pihaknya bergerak cepat merespons kasus ini.

"Kami ingin semua pihak merasa aman. Bukan hanya korban, tapi juga pelaku yang dalam kondisi tidak stabil secara psikologis. Dalam kondisi seperti ini, empati dan komunikasi dengan keluarga menjadi kunci," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: