Pembelian Beras Premium Kini Dibatasi, Darurat Beras?
Pembelian beras premium kini dibatasi-Bianca-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Beras langka di pasaran. Bahkan pembelian pun kini dibatasi. Darurat beras?
Hingga saat ini harga beras premium kemasan masih bertahan di level tinggi. Harga tersebut sudah bertahan lebih dari sepekan lamanya.
Pantauan terbaru menunjukkan harga beras 5 kilogram di sejumlah ritel modern masih dijual di kisaran Rp120.000 hingga Rp134.000.
Di Supermarket Hyfresh, Depok, Kamis (4/9/2025), misalnya, beras Sentra Ramos premium merek Topi Koki dijual Rp129.000 per 5 kg. Sementara beras jenis pulen bahkan menembus Rp134.000.
Tak hanya harga yang tinggi, pembelian juga mulai dibatasi. Setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli satu karung beras premium per hari dengan syarat menunjukkan kartu anggota Hicard.
BACA JUGA:Langka, Harga Beras Premium Tembus Rp120 Ribu Per Kg, Bos Bapanas: Itu Beras Jenis Khusus
“Sekarang cuma bisa beli satu beras (premium) sehari, harus pakai Hicard,” ungkap salah seorang pegawai Hyfresh kepada disway.id grup radarpena.co.id.
Distribusi Jadi Sorotan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai lonjakan harga beras dipicu belum optimalnya jalur distribusi.
“Distribusinya itu yang harus dibenahi,” tegas Mendag.
Meski begitu, ia menyebut pasokan beras di pasar tradisional maupun ritel modern sudah mulai bertambah. Harga pun perlahan menunjukkan tren penurunan.
BACA JUGA:Sahroni Mundur dari DPR? Ini Penjelasan NasDem
“Sebagian sudah mulai turun, pasokan di ritel modern juga semakin banyak,” tambahnya.
Bapanas Dorong Penyaluran Beras SPHP
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengakui masih ada 214 daerah yang mengalami kenaikan harga beras. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I, Gusti Ketut Astawa, menekankan pentingnya memperkuat distribusi beras SPHP ke ritel modern sebagai penyeimbang harga.
“Ritel modern itu price maker. Kalau harganya sesuai HET, maka harga di pasar rakyat tidak akan terlalu jauh berbeda,” jelas Ketut.
Bulog sendiri terus menggenjot penyaluran beras SPHP. Hingga 3 September, realisasi penjualan periode Juli–Desember mencapai 126,2 ribu ton. Rata-rata distribusi harian tercatat 5,9 ribu ton, bahkan sempat menembus 9,7 ribu ton pada 30 Agustus.(bianca)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: