Viral! Kisah Pilu Jenazah Munandar Samania Dibawa Motor Ojek Sejauh 49 Km di Bone Bolango

Viral! Kisah Pilu Jenazah Munandar Samania Dibawa Motor Ojek Sejauh 49 Km di Bone Bolango

Tangkapan layar Jenazah Munandar Samania Dibawa Motor Ojek Sejauh 49 Km di Bone Bolango--

GORONTALO, RADARPENA.CO.ID — Media sosial digemparkan dengan video viral yang memperlihatkan jenazah seorang tukang ojek bernama Munandar Samania (23) dibonceng menggunakan motor menuju rumah duka.

Peristiwa ini terjadi karena akses jalan menuju Desa Tilonggibila, Kecamatan Pinogu, masih rusak parah dan belum beraspal.

 

Munandar sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Toto Kabila, Bone Bolango selama lima hari. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (22/8/2025).

BACA JUGA:Bantu Warga Pelosok, BRILink Kian Menjamur Bertransaksi Online Sembari Beli Pulsa

Jenazah kemudian dipulangkan dari rumah sakit, namun karena ambulans tidak dapat menembus jalur Pinogu yang penuh lumpur dan hanya bisa dilalui motor, warga terpaksa membawa jenazah dengan sepeda motor.

 

“Jenazah diangkut pakai motor ojek dari Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, sampai Desa Tilonggibila, Kecamatan Pinogu,” ujar Kepala Desa Tilonggibila, Max Lagibu, Sabtu (23/8/2025).

 

Perjalanan 49 Kilometer 

 

Perjalanan membawa jenazah Munandar bukan hal mudah. Warga harus menempuh jarak sekitar 49–50 kilometer dengan kondisi jalan rusak, becek, serta melintasi empat sungai kecil. Jenazah ditutupi kain selimut dan diikat agar aman selama perjalanan.

 

Menurut Max, kondisi ini sudah menjadi hal biasa bagi warga Pinogu. Minimnya akses jalan membuat pasien sakit maupun jenazah sering kali harus dibawa dengan motor ojek.

Bahkan, kebersamaan warga sangat terasa karena setiap peristiwa serupa selalu dikawal oleh puluhan pengendara motor.

BACA JUGA:Kebocoran Pipa Minyak PT Vale di Luwu Timur, Begini Dampaknya

 

“Sudah tiga kali di desa kami jenazah diangkut dengan motor. Kalau ada warga sakit pun tetap motor yang digunakan. Biasanya sampai 20 motor ojek ikut mengawal,” tambah Max.

 

Jalan menuju Kecamatan Pinogu diketahui belum diaspal karena lokasinya masuk kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi modern, termasuk ambulans, sulit masuk ke desa tersebut.

 

Video viral yang beredar memperlihatkan betapa sulitnya perjalanan tersebut. Motor yang membawa jenazah harus melewati jalan licin dan berlumpur, sementara warga lain ikut membantu mendorong agar motor tidak tergelincir.

 

Harapkan Perhatian Pemerintah

 

Tragedi ini menjadi sorotan warganet sekaligus membuka mata publik terkait sulitnya akses transportasi di beberapa wilayah pedalaman Gorontalo.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat mencarikan solusi agar masyarakat Pinogu tidak lagi mengalami kesulitan membawa pasien atau jenazah dengan cara ekstrem seperti ini.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: