Trend Rojali Bikin UMKM Merana? Kenali Fenomena 'Rombongan Jarang Beli' Ini!

Trend Rojali Bikin UMKM Merana? Kenali Fenomena 'Rombongan Jarang Beli' Ini!

Ilustrasi rojali alias rombongan jarang beli yang bikin pelaku UMKM was-was.--Foto: DetikSumut

UMKM di sektor makanan dan minuman paling rentan terhadap fenomena ini. Mereka mengandalkan transaksi harian untuk menutup biaya produksi, gaji karyawan, hingga sewa tempat. Jadi, meski tempat tampak ramai, belum tentu itu berarti cuan mengalir.

Sisi Lain dari Trend Rojali

Di balik maraknya Rojali, fenomena ini juga mencerminkan realitas sosial ekonomi masyarakat. 

Banyak orang datang ke pusat keramaian hanya untuk mencari kenyamanan karena daya beli sedang menurun. Mereka ingin tetap bersosialisasi tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

Artinya, trend rojali adalah gejala dari menurunnya kemampuan ekonomi masyarakat perkotaan, terutama anak muda dan mahasiswa yang ingin healing dengan bujet pas-pasan.

Apa Solusi untuk Pelaku UMKM?

Alih-alih menyalahkan pengunjung, UMKM bisa mengambil langkah adaptif, seperti:

  • Menyediakan paket murah atau promo spesial untuk menarik minat beli.
  • Membuat aturan minimum pembelian untuk penggunaan fasilitas seperti Wi-Fi.
  • Mengedukasi pelanggan soal pentingnya mendukung bisnis lokal lewat kampanye digital yang simpatik.

Dengan pendekatan kreatif dan humanis, pelaku UMKM bisa tetap ramah terhadap pengunjung sambil menjaga keberlangsungan bisnis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait