Data MDR dibeli USD30 ribu Shell Bisik-Bisik Mau Masuk Lagi ke RI
Ketertarikan Shell terhadap investasi hulu migas RI terlihat ketika raksasa global tersebut sudah membeli data MDR seharga USD30.000. Oleh karena itu, pihaknya pun ingin memastikan agar Shell merasa nyaman untuk berbagai risiko berinvestasi di Indonesia.--
Radarpena.co.id, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan perusahaan raksasa migas global yakni Shell menyampaikan ketertarikannya untuk kembali berinvestasi di sektor hulu migas RI.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus mengatakan bahwa pada bulan Maret lalu, pihaknya telah diundang langsung oleh Shell ke kantor pusat untuk meyakinkan para investor.
Hasil dari pertemuan tersebut, Shell lalu menghadiri gelaran Indonesia Petroleum Association (IPA) dan telah membeli data melalui MDR (Membership Data Room).
BACA JUGA:Promo Gratis 1 Liter, Cek Harga BBM Non-Subsidi 19 Juli 2025: Pertamina, Shell, BP AKR dan VIVO
"Pak Kepala memerintahkan kami untuk mengundang Shell ke Indonesia di acara gelaran IPA Indonesia Petroleum Association Kami undang balik, beliau hadir dan beliau menyampaikan secara verbal ketertarikan untuk masuk kembali ke Indonesia," ujar Rikky di Kantor SKK Migas dikutip Selasa (22/7/2025).
BACA JUGA:Harga BBM Naik per 11 Juli 2025: Cek Perbandingan Terbaru Pertamina, Shell, BP AKR, dan Vivo
Menurut Rikky, bukti ketertarikan Shell terhadap investasi hulu migas RI terlihat ketika raksasa global tersebut sudah membeli data MDR seharga US$ 30.000. Oleh karena itu, pihaknya pun ingin memastikan agar Shell merasa nyaman untuk berbagai risiko berinvestasi di Indonesia.
"Dan ini dibuktikan dengan Shell membeli data melalui MDR. Jadi dia yang ikutan juga beli USD 30.000 itu sudah memasukkan ke negara gitu untuk melihat-lihat opportunity," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan sejumlah Wilayah Kerja (WK) migas untuk ditawarkan kepada perusahaan kelas kakap seperti Chevron dan Shell. Salah satunya yakni di Area Warim, Papua yang diklaim mempunyai potensi migas lebih besar dibandingkan Blok Masela.
Plh Dirjen Migas Tri Winarno mengatakan bahwa setidaknya masih ada beberapa sumur migas potensial yang bisa dikelola oleh para investor asing tersebut. Termasuk salah satunya Area Warim yang saat ini pengelolaannya dibagi menjadi dua wilayah kerja yakni Akimeugah 1 dan Akimeugah 2.
BACA JUGA:Daftar Mobil Super Irit BBM 2025, Tembus 25 Kilometer Per Liter, Cocok Buat Kendaraan Harian!
"Ya beberapa kan memang ada sumur-sumur kita kan masih ada yang potensial, yang belum dieksplorasi juga ada. Ya, semua kita tawarin," kata dia ditemui di sela acara The 49th IPA Convention and Exhibition di ICE BSD, Tangerang, pada Selasa (20/5/2025).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: