Direktur Shell Pamit Undur Diri, Kenapa ya?
Direktur Shell undur diri--
Radarpena.co.id,Jakarta - Shell menyampaikan bahwa Direktur Gas Terpadu dan Hulu, Zoe Yujnovich, akan mengundurkan diri pada akhir bulan ini setelah lebih dari satu dekade bekerja di perusahaan minyak tersebut. Hal ini diumumkan dalam pernyataan resmi Shell pada Selasa (4/3/2025).
Guna melakukan penyederhanaan struktur kepemimpinan, Shell telah menunjuk Cederic Cremers sebagai Presiden Gas Terpadu dan Peter Costello sebagai Presiden Hulu. Hal tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi.
CEO Shell, Wael Sawan mengungkapkan bahwa perusahaan telah mencapai kemajuan signifikan dalam dua tahun terakhir, termasuk dalam membangun stabilitas, mencatat kinerja yang kuat, serta mengelola portofolio secara aktif sambil menyederhanakan operasional bisnis.
BACA JUGA:Viral! Mobil Maung Prabowo Isi BBM di SPBU Shell, Begini Tanggapan Istana
BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 Maret 2025: Shell, dan BP AKR Mengalami Penyesuaian
"Ke depan, kami akan mengurangi lapisan struktur kepemimpinan tertinggi kami agar mencerminkan tiga bidang utama nilai bisnis - Gas Terpadu; Hulu; serta Hilir, Energi Terbarukan, dan Solusi Energi, sekaligus meningkatkan peran Perdagangan dan Pasokan," kata dia dikutip Radarpena, Kamis (7/3/2025).
Sebagai upaya efisiensi, Shell meluncurkan tinjauan perusahaan secara menyeluruh pada 2023 yang bertujuan untuk mengurangi biaya, sejalan dengan fokus Sawan pada aktivitas yang memberikan keuntungan tertinggi.
BACA JUGA:Update Harga BBM Mulai 1 Maret 2025: BP dan Vivo Turunkan Harga, Pertamina dan Shell Tetap Stabil
BACA JUGA:Harga BBM Februari 2025: Vivo dan BP-AKR Turun, Bagaimana dengan Pertamina dan Shell?
Pada Desember lalu, perusahaan mengatakan kepada Reuters bahwa Shell Energy, yang mencakup energi terbarukan, pembangkitan listrik, dan pasokan pelanggan, akan dipisah menjadi unit pembangkitan listrik dan unit perdagangan yang terpisah.
Selain itu, Shell juga berencana mengintegrasikan divisi teknis yang membentuk direktorat Proyek dan Teknologi ke dalam lini bisnisnya. Mulai 1 April, para pemimpin dalam komite eksekutif akan menggunakan gelar "Presiden" untuk organisasi masing-masing, menggantikan gelar "Direktur".
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: