Viral! Video Aksi Jambret Sadis Dekat Masjid Istiqlal Terekam Kamera, Korban WNA Terseret di Aspal
Tangkapan layar video aksi penjambretan di sekitar Masjid Istiqlal--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Aksi penjambretan brutal kembali terjadi di Ibu Kota. Kali ini, seorang wanita warga negara asing (WNA) menjadi korban di kawasan Jembatan Kuning, samping Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Insiden tersebut terekam kamera dashboard mobil dan kini viral di media sosial.
Dalam video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar luas, tampak korban tengah berjalan di trotoar bersama seorang anak kecil.
Tiba-tiba, dua pria berboncengan motor mendekati mereka. Salah satu pelaku yang duduk di jok belakang langsung menjambret tas korban secara paksa.
BACA JUGA:Kejagung Akan Masukkan Jurist Tan Sebagai Buronan Interpol Kasus Korupsi Laptop Kemendikbudristek
Korban yang mencoba mempertahankan tasnya tak luput dari kekerasan. Aksi tarik-menarik berlangsung cepat hingga membuat korban tersungkur dan terseret sejauh beberapa meter di aspal oleh motor yang melaju kencang. Meski akhirnya berhasil mempertahankan tas miliknya, korban mengalami luka serius.
“Kepalanya luka, tangan sama kakinya juga berdarah. Kasihan banget,” ujar Johan, petugas Dinas Tata Air Jakarta yang turut membantu korban di lokasi kejadian, Rabu (17/7/2025).
Johan menyebut, beberapa petugas yang sedang bertugas langsung menolong korban dan memberikan pertolongan pertama sebelum ambulans datang.
Berdasarkan keterangan saksi mata, korban merupakan warga asing yang tidak fasih berbahasa Indonesia dan hanya bisa berbahasa Mandarin.
Hal ini menyulitkan proses komunikasi awal saat petugas berupaya mengumpulkan informasi dari korban.
BACA JUGA:Mimpi Kejatuhan Durian Menurut Primbon Jawa, Apa Artinya? Jangan Lupa Baca Doa Ini
Meski tidak kehilangan barang, luka yang diderita cukup parah, terutama di bagian kepala, punggung, serta lutut. Hingga kini, identitas korban belum diungkap secara resmi oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan, membenarkan adanya video viral tersebut dan telah memerintahkan unit reskrim untuk menyelidiki kasus ini.
“Kami memang belum menerima laporan resmi dari korban. Tapi saya sudah perintahkan kanitreskrim untuk menyelidiki siapa pelaku dalam video itu,” tegas Kompol Rahmat kepada wartawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: