Harga BBM Naik per 11 Juli 2025: Cek Perbandingan Terbaru Pertamina, Shell, BP AKR, dan Vivo

Harga BBM Naik per 11 Juli 2025: Cek Perbandingan Terbaru Pertamina, Shell, BP AKR, dan Vivo

Pertamina pastikan semua SPBU akan menyalurkan BBM tanpa kecurangan-Foto: Ilustrasi/Dok/Instagram-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID -  Memasuki bulan Juli 2025, masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Penyesuaian harga ini berlaku untuk hampir semua operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), mulai dari Pertamina, Shell, Vivo, hingga BP AKR.

Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku sejak 1 Juli 2025, dan berdampak pada hampir semua jenis BBM non subsidi seperti Pertamax Series, Shell V-Power, Revvo, hingga BP Ultimate.

Dari pihak Pertamina, harga Pertamax (RON 92) kini naik menjadi Rp 12.500 per liter, dari sebelumnya Rp 12.100 per liter. Pertamax Green 95 naik menjadi Rp 13.250 per liter.

Sementara untuk Pertamax Turbo (RON 98), harganya kini menjadi Rp 13.500 per liter. Tak hanya varian bensin, Dexlite dan Pertamina Dex yang merupakan jenis solar berkualitas juga ikut naik, masing-masing menjadi Rp 13.320 dan Rp 13.650 per liter.

Kenaikan ini diumumkan secara resmi oleh Pertamina Patra Niaga, dan menjadi bagian dari penyesuaian harga sesuai dengan regulasi pemerintah, yakni Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Penyesuaian ini dilakukan secara berkala, berdasarkan tren harga minyak dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Sementara itu, Shell Indonesia juga tidak ketinggalan melakukan penyesuaian harga. Harga Shell Super (RON 92) kini berada di kisaran Rp 12.810 per liter, Shell V-Power (RON 95) menjadi Rp 13.300 per liter, dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) menyentuh Rp 13.540 per liter.

Shell V-Power Diesel yang menjadi andalan untuk kendaraan diesel kini dibanderol Rp 13.830 per liter.

Kemudian dari Vivo, SPBU yang makin populer belakangan ini juga mencatatkan kenaikan harga. Revvo 90 kini dijual Rp 12.730 per liter, Revvo 92 menjadi Rp 12.810, dan Revvo 95 mencapai Rp 13.300 per liter. Untuk varian solar, Diesel Primus Plus kini dihargai Rp 13.800 per liter.

BP AKR sebagai operator SPBU hasil kerja sama antara Inggris dan Indonesia juga turut menyesuaikan harga. BBM BP 92 kini dihargai Rp 12.600 per liter, sedangkan BP Ultimate yang setara RON 95 dibanderol Rp 13.300. Untuk jenis diesel premiumnya, BP Ultimate Diesel dijual Rp 13.800 per liter.

Kenaikan ini menjadi perhatian khusus karena berbarengan dengan mulai naiknya harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, harga BBM juga turut dipengaruhi oleh biaya distribusi, pajak, dan margin keuntungan operator SPBU.

Meski sebagian masyarakat sempat berharap harga BBM bisa turun, namun kenyataannya justru sebaliknya. Saat ini, konsumen pun perlu lebih cermat memilih jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan mereka agar tetap efisien dan aman di kantong.

Bagi pengguna kendaraan pribadi yang ingin menekan biaya bahan bakar, memilih BBM dengan RON yang sesuai kebutuhan mesin, seperti RON 90 atau RON 92, bisa menjadi solusi.

Namun bagi yang mengutamakan performa mesin dan kebersihan ruang bakar, varian RON 95 ke atas tetap menjadi pilihan terbaik meskipun harganya lebih tinggi.

Pemerintah sendiri sejauh ini belum memberikan sinyal untuk intervensi harga BBM non subsidi. Pasalnya, harga tersebut memang diserahkan pada mekanisme pasar, meski tetap dalam pengawasan Kementerian ESDM.

Dengan tren seperti ini, tak tertutup kemungkinan akan ada penyesuaian harga berikutnya jika harga minyak dunia terus naik. Karenanya, penting bagi masyarakat untuk terus mengikuti informasi terbaru mengenai harga BBM dari sumber resmi seperti website atau akun sosial media Pertamina, Shell, BP, dan Vivo.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait