KKP Tangkap 62 Kapal Asing Ilegal di Kepri, CUri Ikan di Perairan Indonesia

KKP Tangkap 62 Kapal Asing Ilegal di Kepri, CUri Ikan di Perairan Indonesia

Penangkapan kapal asing ilegal--ist

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia kembali membuahkan hasil.

Hingga Juni 2025, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berhasil menangkap 62 kapal asing ilegal yang beroperasi tanpa izin di wilayah perairan Kepulauan Riau, tepatnya di Laut Natuna Utara.

Tak hanya kapal asing, KKP juga mengamankan 85 kapal ikan Indonesia yang melanggar aturan, sehingga total 147 kapal berhasil ditindak selama periode 2020 hingga pertengahan 2025.

BACA JUGA:Andre Rosiade Desak Erick Thohir Pecat Patrick Kluivert, Ada Apa?

Direktur Jenderal PSDKP, Pung Nugroho Saksono atau yang akrab disapa Ipunk, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari kontribusi besar masyarakat.

Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan nelayan setempat aktif memberikan informasi penting terkait aktivitas illegal fishing.

“Strategi ini terbukti sangat efektif, khususnya untuk pengawasan wilayah perbatasan Laut Natuna Utara,” ujar Ipunk dalam keterangannya, Minggu (29/6).

Dari seluruh operasi tersebut, negara berhasil diselamatkan dari potensi kerugian hingga Rp2,1 triliun. Angka fantastis ini mencerminkan pentingnya pengawasan laut, khususnya di wilayah strategis seperti Laut Natuna Utara.

BACA JUGA:Groundbreaking Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Karawang, Prabowo: Ini Bersejarah dan Strategis

Namun, Ipunk menegaskan bahwa pengawasan masih menghadapi sejumlah kendala. Dari tujuh kapal pengawas yang ada di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711, hanya tiga kapal yang mampu menjangkau Laut Natuna Utara.

“Selain itu, kami juga masih kekurangan fasilitas pendukung seperti dermaga, mess penampungan ABK asing, dan tempat sandar untuk kapal tangkapan,” jelasnya.

Menyikapi tantangan tersebut, KKP meminta dukungan dari Komisi IV DPR RI agar penguatan pengawasan di sektor kelautan dan perikanan bisa berjalan optimal.

Termasuk rencana peningkatan sistem pengawasan berbasis satelit yang terpusat di Command Center KKP.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga menekankan pentingnya teknologi dalam menjaga laut Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: