Presiden Prabowo Perintahkan Evakuasi WNI dari Iran
Presiden Prabowo perintahkan agar WNI di Iran segera dievakuasi-- Al Jazeera
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID — Pemerintah Indonesia bergerak cepat menanggapi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan evakuasi darurat bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran, menyusul serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga situs nuklir strategis milik Iran pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan mengonfirmasi bahwa evakuasi telah dimulai.
“Presiden Prabowo memprioritaskan perlindungan WNI di negara-negara Timur Tengah dan segera menyiapkan rencana kontijensi serta proses evakuasi,” ujar Budi dalam pernyataan resminya, Senin (23/6/2025).
BACA JUGA:OJK Hambat Warga Ajukan KPR, 70 Persen Calon Debitur Gugur di Tahap Awal
29 WNI Dievakuasi dari Iran Melalui Azerbaijan
Gelombang pertama evakuasi telah dilakukan melalui jalur udara. Sebanyak 29 WNI berhasil dipulangkan menggunakan tiga penerbangan komersial yang berangkat dari Baku, Azerbaijan pada 23 Juni 2025.
Rombongan ini dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada sore hari tanggal 24 Juni 2025.
Budi menyebut, langkah ini adalah bagian dari antisipasi berkelanjutan mengingat situasi keamanan yang masih dinamis di kawasan tersebut.
“Pemerintah juga terus memantau kondisi dan telah menyiapkan opsi evakuasi lanjutan jika diperlukan,” tambahnya.
Di tengah memanasnya situasi, Pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak untuk kembali ke meja perundingan.
“Pemerintah Indonesia mendorong penyelesaian damai melalui jalur diplomasi dan dialog permanen,” tegas Budi.
Pernyataan ini mencerminkan posisi netral aktif Indonesia yang selama ini mengedepankan perdamaian dunia dan non-intervensi, sesuai dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
BACA JUGA:AS Serang Iran, Indonesia Terancam Tekanan Berat
Ketegangan memuncak sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan militernya telah menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan, pada Sabtu (21/6). Melalui akun resmi @WhiteHouse, Trump menyebut operasi tersebut sebagai "sangat sukses".
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: