Serangan Rudal Iran Guncang Tel Aviv: Dunia Cemas akan Eskalasi Perang Timur Tengah

Serangan Rudal Iran Guncang Tel Aviv: Dunia Cemas akan Eskalasi Perang Timur Tengah

Rudal-rudal Iran serang wilayah Israel--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Ibukota ekonomi Israel, Tel Aviv, diguncang serangan rudal dan drone Iran pada Senin malam waktu setempat, menandai babak baru dan paling mematikan dalam konflik antara kedua negara. Serangan ini merupakan respons langsung Iran terhadap dugaan serangan udara Israel terhadap fasilitas militernya di wilayah Isfahan beberapa hari sebelumnya.

 

Lebih dari 100 rudal balistik dan puluhan drone diluncurkan Iran dalam satu malam, menargetkan kota-kota besar seperti Tel Aviv, Haifa, Bnei Brak, dan Petah Tikva. Meski sistem pertahanan udara Israel—Iron Dome dan David's Sling—berhasil mencegat sebagian besar proyektil, sejumlah rudal tetap menghantam infrastruktur vital dan kawasan sipil.

BACA JUGA:Viral! Ulama dan Santri Segel Gerai Alfamart di Ciamis, Tuntut Boikot Produk Terafiliasi Israel

Korban dan Kerusakan

Pemerintah Israel melaporkan sedikitnya 8 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka, termasuk warga sipil dan anggota militer. Serangan di Tel Aviv menyebabkan kerusakan parah pada beberapa bangunan apartemen, kendaraan umum, dan bahkan gedung dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat. Gumpalan asap membubung tinggi dari pusat kota, sementara suara sirine terus meraung-raung sepanjang malam.

Masyarakat diminta tetap berada di dalam ruangan aman (shelter) selama lebih dari enam jam, dan aktivitas publik dihentikan sementara.

Pernyataan Resmi dan Respons Balasan09

Perdana Menteri Israel, dalam pidato daruratnya, menyebut serangan Iran sebagai “tindakan agresi langsung yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan.” Tidak lama setelah itu, jet tempur Israel dilaporkan meluncurkan serangan udara balik ke wilayah Iran, menyasar fasilitas militer di Teheran, Isfahan, dan Natanz—salah satu situs pengayaan nuklir utama negara itu.

Sementara itu, Juru Bicara Militer Iran mengklaim bahwa serangan mereka merupakan “aksi pembelaan diri sah” dan memperingatkan bahwa jika Israel terus membalas, “tidak akan ada tempat aman” di seluruh negeri zionis tersebut.

BACA JUGA:Perang India-Paskistan, Istana: Ancaman Perang Global Makin Dekat, Indonesia Harus Waspada

Ketegangan Regional dan Kekhawatiran Global

Serangan ini menandai eskalasi terburuk sejak perang bayangan antara Iran dan Israel mulai muncul secara terbuka beberapa tahun terakhir. Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyatakan keprihatinan mendalam, sementara Amerika Serikat mendesak kedua pihak untuk menahan diri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: