Viral! Kepala Desa Karangsari Sawer Nathalie Holscher di Diskotek Sambil Joged Jedag Jedug

Viral! Kepala Desa Karangsari Sawer Nathalie Holscher di Diskotek Sambil Joged Jedag Jedug

kades cirebon viral sawer nathalie holscher di diskotik-tangkapan layar TikTok-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Sebuah video yang menampilkan Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, bernama Casmari, sedang menyawer DJ Nathalie Holscher di sebuah diskotik, mendadak viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 16 detik itu, Casmari terlihat melempar uang pecahan Rp50 ribu ke arah pengunjung yang sedang berjoget diiringi musik DJ.

Aksi ini menuai pro dan kontra. Banyak warga mempertanyakan asal uang yang digunakan, bahkan ada yang menduga itu berasal dari Dana Desa. Namun, Casmari langsung memberikan klarifikasi.

“Itu uang pribadi saya, bukan uang dana desa. Saya punya usaha sendiri sejak sebelum menjabat sebagai Kuwu,” kata Casmari saat diwawancarai di Cirebon, Rabu, 11 Juni 2025.

Casmari: Punya Banyak Rumah, Mobil Tiga, dan Usaha Pertanahan

BACA JUGA:Penyelundupan 171 Ribu Benih Lobster ke Vietnam Digagalkan, Kerugian Negara Capai Rp9,2 Miliar

BACA JUGA:Resmikan Sentra Layanan Prioritas di Cirebon, Kini BRI Miliki 43 Lokasi Layanan Premium di Seluruh Indonesia

Casmari menegaskan dirinya tidak hanya mengandalkan gaji dari jabatannya sebagai Kuwu, melainkan juga memiliki beragam usaha, khususnya di bidang pertanahan. Ia bahkan mengaku memiliki tiga mobil dan beberapa rumah.

“Saya ke tempat itu (diskotik) hanya sekali. Bukan setiap hari. Dan saya sawer pakai uang sendiri, bukan dari dana desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengaku sebelum menjadi Kepala Desa pun sudah sering melakukan aksi sawer. Bahkan, dirinya pernah menghabiskan hingga Rp15 juta untuk saweran di tempat hiburan malam.

“Kali ini cuma habis Rp1-3 juta saja,” tambahnya.

Gaji Kuwu Disumbangkan untuk Anak Yatim dan Infrastruktur Desa

Dalam pernyataannya, Casmari mengaku belum pernah mengambil gaji sebagai Kuwu sejak menjabat pada periode 2024–2031. Ia menegaskan bahwa seluruh gaji tahun pertama disumbangkan untuk fakir miskin dan anak yatim di Desa Karangsari.

Tahun kedua, gaji tersebut rencananya digunakan untuk program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) dan perbaikan infrastruktur desa, terutama jalan-jalan yang belum tersentuh Dana Desa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait