Viral Dokter Tolak Pasien Kritis Masuk IGD, Begini Respons RS Unhas
Dokter RS Unhas tolak pasien kritis di IGD -tangkapan layar-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Viral di media sosial dokter di RS Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar diduga tolak pasien kritis masuk IGD.
Dalam vidio yang beredar di media sosial, nampak seseorang yang tengah merekam saat debat dengan dokter jaga di depan IGD Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Kronologi kejadian tersebut terjadi pada Senin 28 April 2025 sekitar pukul 21.30 WITA, pasien tersebut dibawa oleh mobil ambulans.
Namun, situasi dalam ruang IGD sedang penuh. Sementara di depan ruang IGD, terdapat dua pasien sedang dirawat juga sambil menunggu ditempatkan di dalam ruang IGD.
"Menurut keluarganya bahwa pasien ini memang tidak makan, tidak minum, sehingga agak lemas. Jadi pada malam itu, dibawa ke IGD. Dia memiliki jadwal pemeriksaan nanti pada hari Selasa," jelasnya.
Menanggapi berita tersebut, pihak RS Unhas angkat bicara dan membantah tudingan tersebut.
BACA JUGA:Garuda Indonesia Terbangkan 393 Calon Jamaah Haji di Bandara Soetta Jumat Dini Hari
BACA JUGA:Hasil Semifinal Liga Europa 2024-2025 Tadi Malam: MU dan Spurs Peluang Besar Jumpa di Final
Menurut RS Unhas dokter bukan menolak pasien, namun saat itu ruangan IGD RS Unhas yang sedang penuh.
Pihak RS Unhas Makassar membantah adanya penolakan pasien kritis sesuai video yang viral di media sosial. RS menyebut tidak pernah menolak pasien. Namun, saat itu ruang IGD sedang penuh.
Dokter pun melakukan perawatan saat pasien berada di ambulans.
"Waktu itu dokter kami itu ingin mengajak si pembuat video untuk melihat di dalam ada dua orang yang sementara antre untuk masuk ke dalam gitu, untuk menunjukkan memang tidak memungkinkan kami lakukan perawatan di dalam. Tapi bukan berarti ditolak," jelas Kepala Bidang Humas Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman, Kamis (1/5/2025).
Pihak Unhas juga menjelaskan bahwa saat ini dokter jaga juga sedang melakukan perawatan dengan mengecek kondisi pasien.
"Betul dalam keadaan sakit tetapi tidak terlalu apa namanya, kritis begitu. Tidak terlalu darurat sehingga kemudian segera dilakukan tindakan dan malam itu tidak sampai 1 jam kemudian dia sudah ditangani dalam IGD," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: