PT KAI Kembali Tutup Perlintasan Sebidang Liar di KM 48+9 Cilebut-Bogor

PT KAI Kembali Tutup Perlintasan Sebidang Liar di KM 48+9 Cilebut-Bogor

PT KAI Daop 1 Jakarta bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Jakarta dan unsur kewilayahan melakukan penutupan perlintasan sebidang liar di wilayah Kota Bogor-Istimewa -

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - PT KAI Daop 1 JAKARTA bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 JAKARTA dan unsur kewilayahan melakukan penutupan perlintasan sebidang liar di wilayah Kota Bogor.

Lokasi penutupan berada di KM 48+9, petak jalan antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor.

Tepatnya di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan bahwa, kegiatan penutupan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan yang sering terjadi di perlintasan sebidang, khususnya yang tidak resmi atau tidak dijaga. 

“Kehadiran para pemangku kepentingan baik itu regulator dan operator serta masyarakat sekitar membuktikan dukungan dan komitmen bersama untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang,” ungkap Ixfan dikutip Kamis, 1 Mei 2025.

Ixfan menambahkan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus mengintensifkan upaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api khususnya di perlintasan sebidang.

Dari 1 Januari 2025 hingga ini, 30 April 2025 telah ditutup sebanyak 12 titik perlintasan liar.

BACA JUGA:Pemimpin PMI Kota Kupang 2025-2030 selalu Siap Jawab Kebutuhan Masyarakat ditengah Kelangkaan Darah

BACA JUGA:Kemenpora Salurkan Rp210 Miliar ke 15 Cabor dan NPC Indonesia, Siap Hadapi SEA Games 2025

Serta dua titik perlintasan dilakukan penyempitan, atau sebanyak 35 persen dari program yang direncanakan selama 2025, yaitu sebanyak 40 titik perlintasan yang akan dilakukan penututan.

“KAI Daop 1 Jakarta bersama dengan pemerintah daerah dan masyarakat telah menutup sebanyak 12 titik perlintasan liar dan 2 titik perlintasan dilakukan penyempitan,” ucap Ixfan.

Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat di perlintasan sebidang, diimbau kepada para pengguna jalan maupun pejalan kaki agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi seluruh rambu serta sinyal yang ada demi keselamatan bersama.

Ixfan mengungkapkan bahwa 30 April, tercatat sebanyak 75 kejadian kereta api tertemper, baik dengan kendaraan bermotor, pejalan kaki, maupun hewan.

“Dari total 75 kejadian tersebut, 55 di antaranya terjadi sepanjang triwulan pertama tahun ini. Rinciannya: Januari 10 kejadian, Februari 23 kejadian, dan Maret 22 kejadian. Sementara itu, pada April hingga hari ini tercatat telah terjadi 20 kejadian,” jelas Ixfan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait