Edan! Harga Kelapa Tembus Rp25.000 per Butir, Lebih Tinggi Dibanding Jelang Lebaran

Edan! Harga Kelapa Tembus Rp25.000 per Butir, Lebih Tinggi Dibanding Jelang Lebaran

Harga kelapa melonjak hingga Rp25 ribu per butir--radarbanyumas

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Harga kelapa di berbagai wilayah Indonesia melonjak tajam, mencapai Rp25.000 per butir. 

Harga tersebut dinilai lebih tinggi dari harga kelapa saat menjelang lebaran 2025 yang kisaran di angka Rp20 ribu per butir.

Kenaikan ini menimbulkan keresahan di masyarakat karena kelapa merupakan bahan pokok penting dalam kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini menuai sorotan tajam dari Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, yang menyampaikan kekhawatirannya terhadap lonjakan harga tersebut.

BACA JUGA:Vidio Perdana di YouTube Mendadak Viral, Diunggah 20 Tahun Lalu

Ia menekankan bahwa pemerintah harus segera turun tangan untuk memastikan stabilitas harga kelapa di pasaran.

"Kelapa adalah bahan pokok penting, terutama dalam masakan tradisional seperti rendang dan opor. Pemerintah harus menjamin harga tetap terjangkau bagi masyarakat," ujar Imas, Kamis (24/4/2025).

Menurut Imas, penyebab utama melonjaknya harga kelapa antara lain adalah meningkatnya permintaan ekspor dan gangguan pasokan dalam negeri akibat cuaca ekstrem. 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa ekspor kelapa bulat pada Februari 2025 meningkat 29,84% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan total volume 71.077 ton.

Negara-negara tujuan utama ekspor kelapa Indonesia mencakup Cina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Cina menjadi pengimpor terbesar dengan volume 68.065 ton senilai US$29,5 juta.

BACA JUGA:Aksi Oknum Guru SMA mesum lakukan Pelecehan seksual pada Siswinya di Jakarta Timur, Korban Lapor Polisi

Imas mengingatkan bahwa kenaikan harga kelapa berdampak langsung pada rumah tangga dan industri kuliner tradisional.

"Santan kelapa sangat penting dalam berbagai masakan Indonesia. Jika harganya naik drastis, biaya produksi makanan juga akan naik, dan masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya," tegasnya.

Imas mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi pasar atau menetapkan kebijakan regulatif guna menstabilkan harga. Ia juga mengusulkan adanya dialog antara pemerintah, pelaku ekspor, dan petani kelapa untuk mencari solusi yang berkeadilan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: