Kapolsek Bukit Raya Dipecat dari Jabatannya, Buntut Kasus Wanita Dikeroyok 20 Debt Collector di Depan Polsek
Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil dipecat dari jabatannya usai video viral wanita dikeroyok 20 debt collector di depan Polsek --net
PEKANBARU, RADARPENA.CO.ID — Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil dipecat dari jabatannya buntut kasus wanita dikeroyok 20 debt collector di depan Polsek Bukit Raya, Kota Pekanbaru.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan menyebut pencopotan jabatan Kompol Syafnil dari jabatannya sebagai Kapolsek Bukit Raya merupakan bentuk pertanggungjawaban atas lemahnya pengawasan dan penanganan jajaran kepolisian dalam insiden tersebut.
“Mutasi terhadap Kapolsek Bukit Raya adalah langkah evaluatif terhadap kepemimpinan dan pengawasan di tingkat wilayah. Ini merupakan respons tegas institusi atas situasi yang mencederai kepercayaan publik,” ujar Irjen Herry, Selasa (22/4/2025).
BACA JUGA:Video Viral! Wanita Dikeroyok 20 Debt Collector di Depan Polsek Bukit Raya, Polisinya Cuma Nonton
Irjen Herry menegaskan bahwa pencopotan ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan bentuk nyata dari komitmen Polri dalam menjaga integritas dan kualitas pelayanan publik.
“Ini menjadi peringatan keras bagi semua Kapolsek dan jajaran agar tidak lengah. Mereka harus hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat di segala kondisi,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan, terutama dalam kasus yang menyangkut kekerasan atau premanisme.
Kapolda Riau juga menyampaikan bahwa institusinya tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan premanisme, baik dilakukan oleh masyarakat maupun oknum di lingkungan kepolisian sendiri.
BACA JUGA:Daftar Marshmallow yang Mengandung Babi Beredar di Pasaran!
“Setiap pelanggaran hukum akan kami tindak secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Premanisme tidak boleh punya ruang di tengah masyarakat,” tegas Herry.
Sebelumnya, peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu (19/4/2025) menjadi sorotan nasional setelah video korban—seorang wanita—dikeroyok oleh lebih dari 20 debt collector viral di media sosial.
Yang lebih mengejutkan, aksi kekerasan itu terjadi di depan kantor polisi dan diduga tidak mendapat respons cepat dari aparat yang berada di lokasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: