Giliran Dokter Kandungan di Malang yang Lakukan Pelecehan ke Pasien, Ini Respon KKI
Ilustrasi cabul--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), Arianti Ayana, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter di Malang, Jawa Timur.
Arianti memastikan bahwa KKI akan mengikuti prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku dalam menangani laporan tersebut.
"Kami, tentu saja, akan memproses semua laporan sesuai SOP, termasuk yang terjadi di Malang. Kasus ini sedang kami tindak lanjuti," ujar Arianti saat ditemui di Jakarta, Rabu (17/4/2025).
Menurutnya, proses pemeriksaan akan melibatkan Majelis Disiplin Profesi (MDP) dan kolegium terkait untuk mendalami potensi pelanggaran etik profesi kedokteran. Dugaan sementara, kasus ini melibatkan dokter spesialis kandungan (obgyn).
BACA JUGA:Usai dikecam nge-DJ, Natalie diundang lagi ke Sidrap sebagai Kreator YouTube
"Kami akan melihat sejauh mana pelanggaran ini terjadi. Prosesnya melibatkan MDP dan kolegium karena ini tampaknya berkaitan dengan bidang obgyn," tambahnya.
Arianti juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penanganan agar kepercayaan masyarakat terhadap KKI tetap terjaga.
"Kami memastikan prosesnya transparan. Ini penting agar kredibilitas KKI tetap bisa dipercaya masyarakat," jelasnya.
Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual
Kasus ini mencuat setelah seorang pengguna akun Instagram dengan inisial @qor***** mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya pada tahun 2022. Unggahan tersebut viral dan memicu perhatian publik terkait kasus kekerasan seksual oleh tenaga medis.
Dalam unggahannya, korban mengaku awalnya mengalami sinusitis dan vertigo parah, sehingga harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di salah satu rumah sakit tempat dokter tersebut praktik.
BACA JUGA:Heboh! Pegawai Honorer DPRD DKI Jakarta Diduga Alami Pelecehan Seksual, Kasus Dilaporkan ke Polda
Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, korban mulai merasa tidak nyaman karena intensitas komunikasi yang tidak wajar dari sang dokter.
"Beberapa hari setelah perawatan, dokter itu terus menghubungi saya, bahkan mulai mengarah ke obrolan pribadi," tulis korban dalam unggahan yang dikutip oleh Disway grup radarpena.co.id pada 18 April 2025.
Korban juga mengaku sempat dijenguk oleh dokter tersebut saat masih dirawat. Di sinilah dugaan pelecehan seksual terjadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: