BBMKG Beberkan Soal Info Gempa Megathrust di Papua

BBMKG Beberkan Soal Info Gempa Megathrust di Papua

Peta Sumber Gempa Megathrust Wilayah Indonesia (PuSGeN, 2022). Dokumentasi BBMKG wilayah V Jayapura--Antara

JAYAPURA, RADARPENA.CO.ID - Balai Besar Meteorologi, BBMKG Jayapura Tegaskan Informasi Potensi Megathrust di Papua Bukan Prediksi Gempa

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura menegaskan bahwa informasi mengenai potensi gempa megathrust yang belakangan beredar di masyarakat bukanlah bentuk prediksi atau peringatan dini akan terjadinya gempa bumi.

"Kami hanya menyampaikan informasi tentang potensi sumber gempa megathrust yang memang pernah terjadi di wilayah Papua, bukan meramalkan akan terjadinya gempa dalam waktu dekat," ujar Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek, di Jayapura, Minggu (6/4/2025).

BACA JUGA:Mudahkan Masyarakat Jalani Arus Balik, BRI Siapkan Posko BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol

Yustus menjelaskan bahwa penyampaian informasi ini bertujuan sebagai langkah antisipatif agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Ia menegaskan bahwa gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi.

Dua Sumber Megathrust di Papua

Secara tektonik, wilayah laut di utara Papua memiliki dua potensi sumber gempa besar dengan mekanisme sesar naik, yaitu Papua Megathrust dan Manokwari Thrust.

BACA JUGA:7 Gunung dengan Pemandangan Paling Bagus di Indonesia, Beri Pengalaman Tak Terlupakan!

Papua Megathrust berpotensi menimbulkan gempa bumi hingga magnitudo M8,7.

Manokwari Thrust memiliki potensi gempa hingga M7,6.

Karena keduanya tergolong sesar naik, maka keduanya juga memiliki potensi untuk memicu tsunami jika terjadi gempa berkekuatan besar.

Catatan Sejarah Gempa dan Tsunami

Yustus mengungkapkan, berdasarkan catatan sejarah, kedua zona megathrust ini pernah menyebabkan bencana yang cukup besar:

Papua Megathrust pernah memicu tsunami setinggi 7,7 meter di Biak pada 17 Februari 1996 dengan kekuatan gempa M8,2. Insiden ini menewaskan 107 orang dan menyebabkan 51 orang hilang.

BACA JUGA:Lisa Mariana: Tak Ada Niat Rusak Citra Ridwan Kamil, Hanya Ingin Minta Jatah Nafkah Anak

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: