Ini Penampakan Gedung Bertingkat Tahan Gempa Megathrust Ala BMKG

Ini Penampakan Gedung Bertingkat Tahan Gempa Megathrust Ala BMKG

Penampakan gedung tahan gempa megathrust BMKG--inilah

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Di tengah potensi ancaman gempa megathrust yang mengintai wilayah selatan Jawa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluncurkan sebuah terobosan infrastruktur tangguh.

Sebuah gedung baru bertingkat sembilan yang dirancang khusus untuk tetap berdiri kokoh saat terjadi gempa besar atau gempa megathrust hingga magnitudo 8,8 kini berdiri megah di kawasan Kemayoran, Jakarta.

Gedung yang berfungsi sebagai pusat komando peringatan dini multi-bencana ini diberi nama Indonesia Multi Hazard Early Warning System (INA-MHEWS).

Dibangun di tengah kompleks kantor pusat BMKG, gedung ini menjadi simbol kesiapsiagaan Indonesia menghadapi risiko bencana alam, terutama gempa bumi.

BACA JUGA:Viral! Aksi Tak Senonoh di Stadion Pakansari Bogor Bikin Geram, Terekam Kamera Pengendara

Teknologi dari Italia

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa struktur gedung INA-MHEWS menggunakan teknologi seismic isolation atau isolasi seismik generasi terbaru yang diimpor dari Italia dan dirakit langsung di dalam negeri.

Sebanyak 24 isolator dipasang di fondasi bangunan, berfungsi meredam guncangan ketika gempa terjadi.

“Ini adalah gedung pertama di Indonesia yang menggunakan sistem peredam gempa generasi baru. Dengan teknologi ini, bangunan tinggi bisa tetap stabil saat terjadi gempa besar,” ujar Dwikorita di Jakarta, Senin (21/7).

Sebelum diterapkan di Jakarta, teknologi peredam gempa ini telah diuji coba di gedung kembar BMKG di Denpasar, Bali.

Gedung berlantai empat tersebut telah menggunakan isolator yang diproduksi secara lokal di Cirebon, Jawa Barat, membuktikan bahwa Indonesia mampu mengembangkan teknologi tahan gempa secara mandiri.

BACA JUGA:Meski Kondisi Mengenaskan, 4 Korban Tewas Tragedi Kebakaran Tebet Berhasil Diidentifikasi

Dwikorita menambahkan bahwa teknologi ini bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan struktur bangunan, termasuk jumlah lantai dan pilar.

Untuk gedung INA-MHEWS yang memiliki sembilan lantai, penyesuaian struktur dan kapasitas peredam menjadi kunci ketahanan terhadap guncangan besar.

Meski BMKG tidak memiliki otoritas dalam pembangunan gedung-gedung publik, pihaknya berharap konsep pembangunan tahan gempa ini dapat menjadi referensi nasional bagi konstruksi di wilayah rawan bencana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait