Gelombang PHK Landa Indonesia: Pengamat Ungkap Penyebab, Dampak, dan Solusi Mengatasinya
Jumlah angka PHK di Indonesia bukan turun malah naik--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor industri di Indonesia belakangan ini menjadi perhatian serius.
Fenomena ini tidak hanya dipicu oleh tekanan ekonomi global, tetapi juga menunjukkan tantangan dalam kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi perubahan ekonomi dan teknologi.
Penyebab Gelombang PHK Massal di Indonesia
Menurut Freesca Syafitri, Pengamat Kebijakan Publik dan Ekonomi sekaligus Dosen FEB UPNVJ, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan lonjakan PHK massal di Indonesia:
BACA JUGA:Instruksi Presiden Prabowo ke Menterinya: Ribuan Buruh Sritex yang Di-PHK Segera Dipekerjakan Lagi
1. Ketidakpastian Kebijakan Pemerintah
Undang-Undang Cipta Kerja yang awalnya diharapkan menarik investasi justru mempermudah perusahaan melakukan PHK dengan pesangon lebih rendah dan kontrak kerja lebih fleksibel.
Kebijakan yang kurang responsif terhadap dinamika industri dan tenaga kerja.
2. Daya Beli Masyarakat yang Melemah
Konsumsi rumah tangga, yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, mengalami perlambatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan konsumsi rumah tangga sepanjang 2024 hanya mencapai 4,94%, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03%.
3. Perubahan Struktural Akibat Digitalisasi
Transformasi digital di berbagai sektor industri menyebabkan banyak pekerjaan tergantikan oleh teknologi.
Industri yang bergantung pada tenaga kerja manual mulai berkurang, mengakibatkan pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran.
BACA JUGA:Badai PHK Masih Berlanjut, Kemenperin Sulit Respon
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: