Harga Bahan Pokok Meroket Jelang Ramadan 2025: Cabai Merah Keriting Sentuh Rp50.667 per Kg
Harga bahan pokok 22 Februari 2025.-ilustrasi-instagram.com/berbagai sumber
Minyak goreng kemasan naik 0,22% menjadi Rp 20.510 per liter.
MinyaKita naik 0,06% menjadi Rp 17.648 per liter.
Daging kerbau beku (impor) naik 1,8% menjadi Rp 105.919 per kilogram.
Daging kerbau lokal naik 0,38% menjadi Rp 140.000 per kilogram.
Beberapa Komoditas Mengalami Penurunan Harga
- BACA JUGA:PT Sanken Indonesia Umumkan Tutup Pabrik Usai 20 Tahun Lebih Berkiprah di Indonesia, Ada Apakah?
- BACA JUGA:Polda Metro Jaya Tangkap Pria Penyebar Ribuan Konten Pornografi Anak Via Telegram
Di tengah tren kenaikan harga, beberapa bahan pokok justru mengalami penurunan harga. Minyak goreng curah mengalami penurunan sebesar 0,15% menjadi Rp 17.763 per liter, sementara garam konsumsi turun 0,83% menjadi Rp 11.687 per kilogram.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Bahan Pokok
Kenaikan harga bahan pokok ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
-
Cuaca ekstrem yang mempengaruhi produksi pangan, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang.
-
Kenaikan biaya distribusi akibat harga bahan bakar dan logistik yang meningkat.
-
Permintaan yang tinggi, terutama menjelang perayaan hari besar atau momentum tertentu.
-
Fluktuasi harga impor, terutama pada komoditas yang masih bergantung pada pasokan luar negeri seperti daging kerbau dan bawang putih.
Dampak Kenaikan Harga bagi Masyarakat
Kenaikan harga bahan pokok tentu memberikan dampak terhadap daya beli masyarakat. Konsumen, khususnya dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, akan lebih terbebani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pedagang kecil dan pelaku UMKM juga bisa terdampak akibat lonjakan harga bahan baku yang dapat menekan keuntungan mereka.
Upaya Pemerintah dalam Menstabilkan Harga
Sebagai langkah mitigasi, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama pemerintah daerah terus memantau harga bahan pokok dan berupaya melakukan stabilisasi melalui berbagai cara, seperti:
-
Operasi pasar murah untuk komoditas strategis.
-
Peningkatan stok cadangan pangan guna menghindari kelangkaan.
-
Intervensi distribusi untuk menjaga harga tetap stabil di berbagai wilayah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: