HPSN 2025, Pemkot Bandung Bakal Kirim RDF Hasil Pengolahan Sampah ke PT Indocement

HPSN 2025, Pemkot Bandung Bakal Kirim RDF Hasil Pengolahan Sampah ke PT Indocement

Hasil Pengolahan Sampah Pemkot Bandung akan dikirim ke PT Indocement--Pemkot Bandung

BANDUNG, RADARPENA.CO.ID - Pada peringatan  Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 yang jatuh pada 21 Februari, Pemkot Bandung ingin menjadikannya sebagai momen penting.

Terlebih HPSN berdekatan dengan pelantikan Wali Kota Bandung yang baru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudi Prayudi mengungkapkan, Pemkot Bandung akan berpartisipasi dalam acara yang telah disusun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

"Kami akan bergabung dengan rangkaian acara yang telah disiapkan oleh kementerian," ujarnya dalam rilis diterima redaksi, Sabtu, 15 Februari 2025.

Sebagai bagian dari peringatan, pada 22 Februari akan digelar aksi bersih-bersih pasar secara serentak di seluruh Indonesia. 

Dudi menyampaikan, Menteri Lingkungan Hidup akan menghadiri kegiatan di Pasar Atas Cimahi. 

BACA JUGA:Sambut Ramadhan 1446 H, Pemkot Bandung Siapkan 3 Agenda Utama Selama Ramadhan

BACA JUGA:Pemkot Bandung Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah dengan Kesepakatan Antar Camat

Sedangkan Kota Bandung juga akan mengadakan aksi serupa di salah satu pasar yang masih dalam tahap koordinasi dengan Perumda Pasar.

“Pada 17 Februari, Pemkot Bandung akan meresmikan operasionalisasi mesin pemusnahan sampah di Kecamatan Bandung Kulon. Acara ini juga akan dirangkaikan dengan pengiriman perdana RDF (Refuse-Derived Fuel) hasil pengolahan sampah di TPST ke PT Indocement. Selain itu, akan dilakukan penyerahan bantuan CSR dari BJB berupa sarana dan prasarana pengelolaan sampah kepada RW dan komunitas,” jelasnya.

Dudi menegaskan, peringatan HPSN bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah. 

HPSN pertama kali diperingati pada 21 Februari sebagai bentuk refleksi atas tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah pada tahun 2005 yang menewaskan sekitar 150 jiwa.

"Kami ingin terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga, RW, kelurahan, kecamatan, hingga kota. Jika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, pengelolaan sampah di Kota Bandung akan semakin baik," tuturnya.(***)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait