Identitas Jasad Wanita Muda Tanpa Kepala dan Kaki dalam Koper Merah Korban Mutilasi Ngawi Terungkap

Identitas Jasad Wanita Muda Tanpa Kepala dan Kaki dalam Koper Merah Korban Mutilasi Ngawi Terungkap

Identitas Wanita muda yang jadi korban mutilasi di Ngawi--ist

NGAWI, RADARPENA.CO.ID - Sosok jasad wanita muda tanpa kepala dan kaki dalam koper merah korban mutilasi Ngawi terungkap.

Ternyata wanita muda korban mutilasi yang ditemukan dalam koper merah di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur tersebut merupakan pengusaha kelahiran tahun 1995.

"Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui bernama Uswatun Khasanah, perempuan kelahiran Blitar tanggal 25 April 1995, berstatus wiraswasta, dan berkewarganegaraan Indonesia," ujar Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Joshua Peter Krisnawan dalam keterangannya dikutip, Minggu, 26 Januari 2025.

Menurutnya, identitas korban berhasil diketahui melalui metode pengenalan sidik jari dan juga bantuan alat Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS).

"Hal itu juga diperkuat dengan keterangan pihak keluarga korban yang membenarkan ciri-ciri fisik, pakaian, dan aksesoris yang dikenakan korban saat ditemukan," katanya.

BACA JUGA:

Namun, meski identitas korban sudah diketahui, pihak kepolisian masih menunggu hasil tes DNA yang dilakukan oleh tim labfor Polda Jatim guna penyempurnaan pembuktian.

Seperti diketahui, warga Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi dihebohkan dengan temuan mayat wanita dalam koper tanpa kepala pada Kamis (23/1/2025).

Adapun, jasad wanita tak utuh tersebut ditemukan warga berada dalam koper tertutup berwarna merah dan terbungkus seperti paket. Warga yang penasaran dengan koper tersebut lalu membukanya dan terlihat ada tubuh manusia setengah bugil yang mulai membusuk. Warga lalu melapor ke Polsek Kendal.

Saat ditemukan, jasad dalam keadaan tidak lengkap sebagian anggota tubuhnya. Yakni ada badan, tapi tanpa kepala. Kemudian kaki kiri mulai pangkal paha tidak ada dan kaki kanan mulai lutut tidak ada.

Hasil autopsi, penyebab kematian korban diduga karena kekurangan nafas akibat terhambat jalan pernafasan, kemungkinan akibat cekikan. Selain kekurangan napas, korban diduga juga mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.

Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mencari anggota tubuh korban yang belum ditemukan serta mengungkap motif dan pelaku dalam kasus tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait