Gawat! Bau Menyengat Mengintai Pemukiman, DLH Kota Tangerang Ngamuk Bongkar Paksa Puluhan TPS Liar

Gawat! Bau Menyengat Mengintai Pemukiman, DLH Kota Tangerang Ngamuk Bongkar Paksa Puluhan TPS Liar

TPS Liar - Dok. ANTARA - --

Radarpena.co.id - Warga Tangerang, waspadalah! Jangan sampai lingkungan rumah kamu berubah jadi sarang penyakit gara-gara tumpukan sampah ilegal. Kabar terbaru yang cukup mengejutkan datang dari Pemerintah Kota Tangerang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang baru saja mengumumkan langkah tegas mereka untuk menggencarkan program penertiban Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang selama ini merusak pemandangan dan kesehatan warga.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Tangerang, Iwan, memberikan peringatan keras pada Selasa (21/4/2026). Menurutnya, kehadiran tempat pembuangan sampah ilegal ini bukan masalah sepele. Dampaknya sangat luas, mulai dari merusak keindahan kota hingga mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Kamu tentu tidak mau kan, estetik lingkungan rumah rusak cuma gara-gara oknum yang buang sampah sembarangan?

37 Titik TPS Liar Berhasil Diratakan, Wilayah Kamu Termasuk?

Data yang dirilis Pemkot Tangerang benar-benar mencengangkan. Sepanjang tahun 2025 saja, pemerintah setempat sudah berhasil meratakan 37 titik pembuangan sampah ilegal. Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, merinci bahwa penertiban ini tersebar di dua wilayah utama. Wilayah timur menjadi yang paling parah dengan 22 titik, sementara wilayah barat mencatat 15 titik yang sudah ditindak tegas.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Keberadaan gunungan sampah tanpa izin ini seringkali menimbulkan konflik sosial antar warga dan tentu saja mengundang aroma tidak sedap yang menusuk hidung. Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi sudut kota yang terlihat kumuh akibat praktik-praktik yang merusak wajah kota seperti ini.

Solusi Nyata: Depo Transit dan Armada Kebersihan Siap Siaga

Tenang saja, DLH tidak hanya asal bongkar. Iwan menjelaskan bahwa setiap kali petugas menertibkan lokasi pembuangan sampah ilegal, pihaknya langsung menyediakan depo transit armada kebersihan sebagai gantinya. Ini adalah solusi cerdas untuk menggantikan sistem pengelolaan sampah yang selama ini berantakan di tingkat lingkungan.

Namun, semua fasilitas ini tidak akan berguna tanpa bantuan kamu. DLH sangat mendorong partisipasi aktif warga untuk memanfaatkan armada kebersihan yang telah tersedia. Petugas akan mengangkut sampah secara berkala agar tidak ada lagi penumpukan yang meresahkan. "Jadi lingkungan sekitar tetap dalam keadaan bersih tanpa adanya penumpukan sampah yang meresahkan masyarakat,” tegas Iwan.

Instruksi Wali Kota: Jangan Biarkan Aduan Warga Menggantung!

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, juga tidak main-main dalam urusan kebersihan kota. Ia memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya agar lebih responsif terhadap setiap keluhan masyarakat. Sachrudin meminta agar setiap aduan yang masuk melalui kanal resmi harus segera mendapat jawaban dan tindakan nyata di lapangan.

Bagi Wali Kota, persoalan sosial dan ketertiban kota harus menjadi prioritas utama. "Kita ingin memastikan Kota Tangerang tetap menjadi kota yang tertib, layak huni, dan nyaman bagi seluruh warganya," ujar Wali Kota Sachrudin. Ia juga menegaskan bahwa praktik-praktik yang merusak estetika kota tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan.

Transformasi Lahan: Dari Sampah Menjadi Ruang Hijau

Agar lokasi yang sudah dibersihkan tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah oleh oknum nakal, DLH sudah menyiapkan strategi khusus. Lahan bekas TPS liar tersebut tidak akan dibiarkan kosong begitu saja. Petugas akan melakukan pemagaran bahkan penghijauan di lokasi tersebut.

Dengan mengubah lahan kotor menjadi area hijau, diharapkan warga tidak lagi berani membuang sampah di sana. Ini adalah upaya nyata untuk menciptakan Kota Tangerang yang lebih asri dan sehat. Yuk, mulai sekarang kita lebih peduli dengan sampah rumah tangga kita sendiri dan pastikan dibuang ke tempat yang resmi agar Kota Tangerang tetap nyaman untuk dihuni! (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: