Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing, Apa itu?

Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing, Apa itu?

--

Jika nantinya sel telur tersebut akan dipakai, harus melewati tahap agar sel tersebut cair dan dapat dibuahi dengan sperma.

"Langsung sel telurnya itu dibuka (diambil), disimpan di tempat penyimpanan khusus. Nah, itu nanti kalau misalnya mau dipakai sel telurnya, dicairkan, terus dibuahi dengan sperma, jadi embrio, baru dimasukin," bebernya.

Apakah Harus Menjalani Proses Bedah?

Bagi yang membayangkan prosedur ini menyeramkan dan harus melalui meja operasi besar, dr Luky menegaskan egg freezing tidak melibatkan proses pembedahan sama sekali. 

Metode tindakannya hampir sama dengan IVF.

Pasien akan diminta melakukan suntik hormon setiap hari selama kurun waktu 9 hingga 10 hari. Hal ini berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan sel telur.

"Nanti kalau telurnya sudah gede-gede, disuntik pematang telur, dan 36 jam kemudian kita ovum pick-up (OPU) atau ambil telur," tutur dr Luky.

"Terus telur yang didapatkan itu di-freeze-in langsung atau dibekukan," lanjutnya.

Sel telur ini nantinya akan disimpan di dalam kontainer kriogenik khusus.

Menariknya, masa penyimpanan sel telur ini bisa bertahan sangat lama. Bahkan, bisa bertahun-tahun asalkan mampu membayar tempat penyimpanan sel telur tersebut.

Namun, dr Luky mengingatkan bahwa ujung dari proses pembekuan sel telur ini nantinya tetap akan bermuara pada program bayi tabung ketika sang wanita sudah siap untuk hamil.

"Pasti, pasti. Itu sambungannya pasti bayi tabung," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: