Waspada! Campak dan Rubella Mengancam Jakarta

Waspada! Campak dan Rubella Mengancam Jakarta

Gubernur Jakarta Pramono Anung melakukan sejumlah langkah mengantisipasi ancaman campak dan rubella-Cahyono-radarpena.co.id

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Penyebaran penyakit campak dan rubella di Jakarta kembali menjadi sorotan setelah lonjakan kasus tercatat di awal September 2025.

Kondisi ini membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung bergerak cepat untuk mencegah meluasnya wabah.

Menurut data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, hingga awal September 2025, tercatat 218 kasus campak dan 63 kasus rubella yang telah terkonfirmasi.

Meski belum ada laporan kematian akibat penyakit ini, peningkatan jumlah kasus tetap menjadi perhatian serius, terutama karena sifat virus yang sangat mudah menular.

BACA JUGA:IDAI Sebut Campak Lebih Menular dari COVID-19, Pentingnya Imunisasi pada Anak

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa titik terbanyak penyebaran campak berada di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, dengan jumlah kasus mencapai 38 orang.

“Kasus campak sempat melonjak cukup signifikan. Kami mencatat 218 kasus campak dan 63 kasus rubella pada awal September,” jelas Ani dalam seminar “Cegah Campak dari Rumah Kita” pada 9 September 2025.

Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya sedang mengambil langkah-langkah serius untuk memutus rantai penularan, khususnya dari warga luar daerah yang masuk ke Jakarta.

“Kami berusaha untuk memotong penularan. Yang kami khawatirkan adalah potensi penyebaran dari luar daerah ke Jakarta,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/9/2025).

BACA JUGA:Beda Ruam Campak dan Alergi Kulit, Ini Tanda yang Harus Kamu Perhatikan!

Meski begitu, Pramono menyebutkan bahwa per 12 September 2025 belum ada peningkatan kasus baru di Jakarta.

Sebagai langkah tanggap, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama pemangku kepentingan telah melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal untuk menanggulangi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Vaksinasi dan Peran Masyarakat

Campak dan rubella merupakan infeksi virus yang sangat menular. Campak disebabkan oleh virus Paramyxovirus, dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, hingga ruam kemerahan di seluruh tubuh.

Meski lebih sering menyerang anak-anak, orang dewasa dengan imunitas rendah juga berisiko terinfeksi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait