Batal Hari Ini, BEM SI Pastikan Gelar Demo di Jakarta Besok
BEM SI batalkan demo hari ini dan menjadwalkan menggelar aksi besok--dok radarpena.co.id
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memastikan tidak akan menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada hari ini, Senin (1/9/2025).
Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi lapangan yang dianggap kurang kondusif.
“Untuk wilayah Jakarta, karena melihat kondisi yang sangat buruk, kami memastikan tidak turun hari ini,” kata Ikram saat dikonfirmasi, Senin (1/9/2025).
Ikram menambahkan, rencana aksi lanjutan tetap ada, namun pelaksanaannya akan mempertimbangkan situasi dalam sepekan ke depan.
BACA JUGA:5.369 Aparat Dikerahkan Amankan Aksi Massa di DPR
“Kita masih mencoba melihat kondisi supaya segala bentuk tuntutan dan aspirasi bisa tersampaikan dengan baik,” ujarnya.
Demo Dijadwalkan Selasa, Bertajuk Indonesia (C)emas Jilid II
Secara terpisah, Koordinator Aliansi BEM SI, Muzammil Ihsan, memastikan aksi lanjutan akan digelar pada Selasa (2/9/2025).
“Kita tidak hari ini, tapi Selasa,” tutur Ihsan.
Aksi besok disebut sebagai kelanjutan dari demonstrasi “Indonesia (C)emas 2025” yang berlangsung pada 28 Juli lalu. Pada saat itu, aksi berakhir malam hari dengan kehadiran Wamensesneg Juri Ardiantoro yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto dan Mensesneg Prasetyo.
Dalam kesempatan tersebut, Juri menegaskan bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi mahasiswa. Ia bahkan menandatangani bundel tuntutan aksi di hadapan massa sebagai bentuk komitmen.
BACA JUGA:Dialog Harus Menjadi Jalan Keluar dari Konflik
11 Tuntutan BEM SI pada Aksi 28 Juli 2025
Berikut rangkuman poin tuntutan mahasiswa dalam aksi “Indonesia (C)emas 2025”:
- Menolak pengaburan dan politisasi sejarah untuk kepentingan elite.
- Mendesak peninjauan kembali pasal bermasalah dalam sejumlah RUU sebelum pengesahan.
- Transparansi pemerintah terkait perjanjian bilateral agar berpihak pada kepentingan nasional.
- Audit menyeluruh izin pertambangan, tindak tegas penambangan ilegal, serta alokasi adil bagi masyarakat adat.
- Pembatalan pembangunan 5 batalion baru di Aceh serta transparansi jumlah tentara sesuai MoU Helsinki.
- Pembatalan pembangunan pengadilan militer di Universitas Riau dan kampus lainnya.
- Tolak UU TNI serta segala bentuk intimidasi terhadap sipil.
- Tuntutan kebebasan hukum bagi mahasiswa yang masih berstatus tersangka.
- Penolakan segala bentuk promosi LGBT dalam kehidupan sosial.
- Menolak rangkap jabatan sipil-militer yang dinilai merusak profesionalisme birokrasi.
- Mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Pemerintah Tegaskan Aspirasi Mahasiswa Didengar
Saat aksi sebelumnya, Juri Ardiantoro menegaskan bahwa Presiden tidak pernah mengabaikan suara mahasiswa.
“Semua aspirasi akan ditampung, dikaji, dan diambil tindakan jika sesuai dengan kepentingan bersama,” ucap Juri kala itu.
Dengan jadwal terbaru, publik menantikan bagaimana jalannya aksi lanjutan BEM SI pada Selasa (2/9/2025) dan apakah tuntutan mahasiswa akan mendapat respons nyata dari pemerintah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: