Kehidupan Jabodetabek, Ongkos Transportasi Bisa Selangit
Sejumlah warga mengaku harus mengeluarkan ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah tiap bulan hanya untuk ongkos pergi-pulang ke tempat kerja.--
Radarpena.co.id, Jakarta - Biaya transportasi harian di kawasan Jabodetabek makin dirasa membebani masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Sejumlah warga mengaku, harus mengeluarkan ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah tiap bulan, hanya untuk ongkos pergi-pulang ke tempat kerja.
Dari survei terhadap seorang warga Bogor yang bekerja di Jakarta, mengaku menghabiskan sekitar Rp 46.000 per hari untuk ongkos pulang-pergi (pp). “Biasanya parkir motor Rp 5.000, KRL pp Rp 10.000, sama ojol pp Rp 31.000,” tutur Fabian saat ditemui Radarpena, Selasa (5/8/2025).
BACA JUGA:DKI Jakarta Buka Lowongan 1.000 Personel Damkar, Terbuka untuk Seluruh WNI
Beruntungnya, ia mengaku bekerja hybrid (WFH dan WFO), sehingga dia tidak setiap hari harus berangkat ke kantor.
“Untungnya ada WFH, kalo enggak bisa hampir sejuta sebulan cuma buat ongkos ke kantor,” katanya.
Warga lainnya, yang tinggal di Tapos, Depok, juga menghabiskan sekitar Rp 83.000 per hari jika harus masuk kantornya di Jakarta. “Gue harus ke LRT Harjamukti, kebetulan dianter suami. Dari Harjamukti ke LRT Dukuh Atas sekitar Rp 40.000 pp. Terus naik ojol ke Patal Senayan juga sekitar Rp 40.000 pp. Pulangnya kadang dijemput, kalo enggak naik busway dari Harjamukti Rp 3.000,” tutur-nya.
Dengan estimasi satu bulan 20 hari kerja, maka Ia bisa mengeluarkan ongkos transportasi sekira Rp 1,6 juta per bulan.
Biaya Transportasi Jabodetabek Tertinggi se-Indonesia
Cerita para pekerja ini sejalan dengan data Kementerian Perhubungan dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat empat kota di Jabodetabek masuk daftar 10 kota dengan biaya transportasi tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan persentase dengan biaya hidup harian, Depok berada di peringkat pertama, Bekasi di peringkat dua, Bogor peringkat empat, serta Jakarta di peringkat enam secara nasional.
- Depok: Rp 1.802.751 per bulan (16,32% dari biaya hidup harian)
- Bekasi: Rp 1.918.142 per bulan (14,02% dari biaya hidup harian)
- Bogor: Rp 1.235.613 per bulan (12,54% dari biaya hidup harian)
- Jakarta: Rp 1.590.544 per bulan (11,82% dari biaya hidup harian)
BACA JUGA:Pelamar Damkar dan PPSU DKI Jakarta Didominasi Warga Luar Ibu Kota, Ini Kata Gubernur Pramono
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: