Banjir Jakarta Meluas: 53 RT dan 4 Jalan Terendam Banjir, Warga Cawang Mengungsi

Banjir Jakarta Meluas: 53 RT dan 4 Jalan Terendam Banjir, Warga Cawang Mengungsi

Banjir Jalan di Cengkareng Jakarta Barat--video warga

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID — Ibu Kota Jakarta kembali dikepung banjir. Hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 53 Rukun Tetangga (RT) di wilayah DKI Jakarta dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm hingga hampir 3 meter. 

Data ini dirilis resmi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Wilayah yang terdampak paling parah adalah Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai 2,7 meter. Setidaknya 371 warga telah dievakuasi ke tujuh lokasi pengungsian.

BACA JUGA:Malam Hujan Deras, Jakarta Kebanjiran: 51 RT Terendam hingga 3 Meter! Warga Cawang Paling Terdampak

“Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Ciliwung,” ujar M. Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Minggu sore.

Wilayah-Wilayah Terparah

Jakarta Timur – 30 RT

  • Cawang: 7 RT, air hingga 270 cm
  • Bidara Cina: 14 RT, ketinggian air antara 180–210 cm
  • Cililitan: 2 RT, 190 cm
  • Kampung Melayu: 4 RT, 155 cm
  • Balekambang: 3 RT, 50 cm

Jakarta Selatan – 19 RT

  • Rawa Jati: 7 RT, 50–120 cm
  • Pejaten Timur: 4 RT, 60–100 cm
  • Pengadegan: 2 RT, 110 cm
  • Manggarai: 4 RT, 55–80 cm
  • Tanjung Barat, Kebon Baru: masing-masing 1 RT, 40–60 cm

Jakarta Barat – 4 RT

  • Sukabumi Selatan: 2 RT, hingga 100 cm
  • Duri Kosambi & Sukabumi Utara: masing-masing 1 RT, 30–40 cm

BACA JUGA:Heboh! Mobil Listrik Wuling Air ev Terbakar di Bandung, Wuling Motors Buka Suara

Empat Ruas Jalan Ikut Tergenang

Banjir tidak hanya melumpuhkan permukiman warga, tapi juga berdampak pada lalu lintas. Berikut 4 jalan yang terdampak:

  • Jl. Green Garden (Kedoya Utara) – 15 cm
  • Jl. Adi Karya (Kedoya Selatan) – 10 cm
  • Jl. Raya Kembangan (Kembangan Selatan) – 15 cm
  • Gg. H Musanif (Kedaung Kali Angke) – 18 cm

Pemerintah Provinsi DKI melalui BPBD telah membuka tujuh titik pengungsian, terutama di wilayah Jakarta Timur. Tim SAR dan petugas damkar disiagakan untuk evakuasi warga dan distribusi logistik.

Warga diimbau untuk:

  • Menghindari daerah bantaran sungai.
  • Mematikan listrik di area terendam.
  • Tidak memaksakan kendaraan melintasi genangan.

BACA JUGA:DPR Putuskan Bentuk Tim Pengawas Penulisan Ulang Sejarah Indonesia

Kali Ciliwung Meluap

Curah hujan yang ekstrem sejak Jumat hingga Minggu menjadi penyebab utama banjir, yang diperparah dengan meluapnya Kali Ciliwung.

Situasi ini menegaskan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti sodetan dan pompa air tambahan.

Warganet mulai mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam menghadapi musim hujan yang sudah diprediksi sejak awal tahun.

Banyak komentar di media sosial menyoroti lambannya pembangunan tanggul, pompa air, dan normalisasi sungai.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait