Banjir Jakarta Makin Parah: 100 RT Terendam, Hampir 1.000 Warga Mengungsi
Banjir Jakarta makin parah hingga menggenangi 100 RT --
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Kondisi banjir di Jakarta kian mengkhawatirkan. Hingga pagi ini, sebanyak 100 RT di empat wilayah—Jakarta Timur, Barat, Pusat, dan Selatan—terendam banjir.
Genangan air yang leuas disebabkan luapan sungai dan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak akhir pekan lalu.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa 996 warga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi yang lebih aman.
Tercatat, 17 titik pengungsian telah dibuka di aula kantor kelurahan, tempat ibadah, sekolah, hingga tenda darurat.
BACA JUGA:Lokasi Bangkai KMP Tunu Pratama Ditemukan di Dasar Laut Selat Bali
"Kami memastikan kebutuhan dasar para penyintas tersedia, mulai dari logistik, selimut, hingga layanan kesehatan," kata Yohan, Senin pagi (7/7).
Daftar Lokasi Pengungsian
- Aula Kantor Kelurahan Bidara Cina: 137 jiwa
- Masjid Jami Ittihadul Ikhwan Kampung Melayu: 74 jiwa
- SDN 01/02 Kampung Melayu: 119 jiwa
- Masjid Al-Hawi Cililitan: 11 jiwa
- Mushala Al-Ishlah Kampus Binawan Cawang: 30 jiwa
- Masjid Al Ridwan & Mushollah Sibili Jatipadang: 75 jiwa
- Masjid Jami Al Khaer, Kedaung Kali Angke: 20 jiwa
- Musholla Kelurahan Kedoya Selatan: 37 jiwa
- RPTRA, Masjid Nurul Huda, Al Muhajirin (Karet Tengsin): 156 jiwa
- Masjid Al Muqorobbin, Al Hidayah, Universitas Borobudur, Posko BPBD: 337 jiwa
Yohan juga mengatakan bahwa personel BPBD bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Gulkarmat terus melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air di wilayah terdampak berfungsi optimal.
"Kami juga berkoordinasi langsung dengan lurah dan camat untuk penanganan cepat," tambah Yohan.
Hingga pagi ini, genangan air di sejumlah titik belum surut. Banjir masih terjadi di kawasan padat penduduk seperti Kampung Melayu, Cipinang Melayu, Jatipadang, dan Kedaung Kali Angke.
Warga mengaku khawatir karena air belum menunjukkan tanda-tanda surut, dan cuaca masih mendung dengan potensi hujan susulan.
"Kami tidak bisa kembali ke rumah karena listrik dimatikan dan air belum surut," ujar Rina, warga Kampung Melayu yang mengungsi di SDN 01/02.
Pemprov DKI bersama BPBD telah mengaktifkan sistem peringatan dini serta membuka akses bantuan dan relawan bagi warga yang terdampak.
Selain penyedotan air, fokus saat ini adalah menjaga sanitasi dan mencegah penyebaran penyakit di lokasi pengungsian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: